• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Kamis, 27 Januari 2022

     
    Home   »  Nasional
     
    NTT Akan Jadi Penghasil Rumput Laut Terbesar di Dunia
    ALBERT VINCENT REHI | Sabtu, 29 Agustus 2020 | 19:30 WIB            #NASIONAL

    NTT
    Petani riumput laut di NTT Foto dari Mongabay

     

     

    KUPANG,FLOBAMORA.NET- Mimpi NTT akan menjadi daerah penghasil rumput laut terbesar di dunia tidak lama lagi akan terwujud. Pasalnya, teknologi yang digunakan sangat menguntungkan petani rumput laut di daerah ini.

    “Pemerintah akan mengembangkan potensi rumput laut secara serius karena kualitas rumput laut di NTT termasuk yang berkualitas terbaik di dunia,” kata Gubernur Nusa Tenggara Timur, Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat kepada wartawan di Kupang, Jumat, (28/8/2020).

    Menurutnya, upaya pemerintah NTT dalam mendorong percepatan pembangunan sektor perikanan dan kelautan yang belum dikelola secara maksimal di provinsi berbasis kepulauan ini

    "Rumput laut di NTT sangat bagus dan terbaik di dunia sehingga banyak diminati para pelaku usaha di luar negeri, namun saat ini belum dikelola secara baik sehingga hasilnya juga belum maksimal," kata Viktor

    Ia mengatakan, kendati kualitas rumput laut berkualitas di dunia namun belum dikelola secara profesional oleh para petani karena terkendala teknologi sehingga hasilnya yang diperoleh belum banyak yang dieksport ke luar negeri.

    Menurut dia, NTT akan melakukan panen rumput laut yang banyak dengan kualitas yang bagus mulai 2021, setelah usaha budi daya rumput laut menggunakan teknologi yang lebih memadai.

    "Pemerintah sudah mendapatkan pola pengembangan rumput laut yang bagus dengan hasil yang melimpah untuk diterapkan di NTT mulai tahun 2021," tegasnya.

    Ia menambahkan, teknologi yang digunakan itu mampu menjadikan NTT sebagai daerah penghasil rumput laut terbesar di Indonesia.

    Sekadar diketahui, Dinas Kelautan dan Perikanan Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat produksi rumput laut basah di daerah itu pada 2019, naik mencapai 2,4 juta ton atau senilai Rp4,7 triliun. Dengan harga jual Rp2.000 per kilogram. Angka itu meningkat dari total produksi rumput laut pada 2018 sebanyak 1,9 juta ton atau senilai Rp1,9 triliun.

    Sedangkan produksi rumput laut kering di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 2019, naik mencapai 240 ribu ton atau senilai Rp5 triliun. Total produksi meningkat dibandingkan produksi rumput laut kering selama 2018 sebanyak 195 ribu ton atau senilai Rp4 triliun, dan dijual seharga Rp21.000 per kg.

    Untuk mendukung tekad pemerintah menjadikan NTT penghasil rumput laut terbesar di dunia,tanggal 28 Maei 2020 lalu, PT Rote Keraginan Nusantara, perusahaan yang bermarkas di Desa Tabloling, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, mengolah rumput laut jenis Euchema cottonni menjadi Alkali Treated Cottonii Chips (ATCC) sebelum diekspor ke lur negeri menjadi bahan baku industri. Ekspor perdana rumput laut sudah dilakukan sebanyak 25 ton tujuan Argentina.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2022 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.