• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Jumat, 30 Oktober 2020

     
    Home   »  Ekonomi & Investasi
     
    Dewan : Perbaiki Soliditas Internal di Bank NTT
    ALBERT VINCENT REHI | Rabu, 23 September 2020 | 09:27 WIB            #EKONOMI & INVESTASI

    Dewan
    Ketua Komisi III DPRD NTT, Hugo Rehi Kalembu

     

     

    KUPANG,FLOBAMORA.NET-Komisi III DPRD NTT, meminta Harry Alexander Riwu Kaho yang dipercayakan menjadi Dirut Bank NTT untuk melakukan pembenahan-pembenahan internal, karena belakangan ini ada situasi yang kurang kondusif di bank tersebut.

    “ Di tangan Pak Alex, sebagai Dirut kami berharap kekompakkan dan soiditas inernal antarkaryawan dan antarjenjang  harus diperbaiki sehingga semakin baik,” kata Ketua Komisi III DPRD NTT, Hugo Rehi Kalembu di Kupang, Rabu (23/9/2020).

    Menurutnya, Bank NTT harus menetapkan lagi  prinsip kerja yang profesional. Sehingga tanggung jawabnya menjadi jelas dan dilakukan secara hat-hati.penuh kecermatan.Tidak seperti sekarang ini.

    Politisi Partai Golkar ini menuturkan, hal ketiga yang harus segera menjadi perhatian adalah seluruh rekomendasi hasil laporan pemeriksaan BPK harus  mendapatkan tempat pertama untuk diselesaikan.Yang paling utama adalah pemanfaatan dana pihak ketiga berupa kredit-kredit yang macet.”Ini harus segera dipulihkan agar nama Bank NTT menjadi baik,” imbuhnya.

    Hal lain yang juga perlu mendapat perhatian, kata dia, Bank NTT membuat rencana kerja tahunan lagi untuk tahun 2021, mengantisipasi perkembangan yang ada sekarang ini.

    Menyangkut target laba Rp 500 miliar per tahun, menurut Hugo, target itu terlalu tinggi. Siapapun yang memimpin Bank NTT agak sulit mencapainya.Namun, target tersebut dipasang oleh  pemegang saham pengendali  sebagai motivasi untuk mendogkrak semangat kerja dan kinerja.

    “ Sebagai pemegang saham pengendali wajar, menetapkan target itu. Harapan kita, target yang tinggi itu coba  dibedah dan dibuat tahapan pencapaian semaksimal mungkin,” tuturnya.

    Ia mengutarakan, ada satu kerja dan tugas besar manajemen Bank NTT bagimana memenuhi modal inti Rp 3 trilun. Ini Tergantung Pemda kabupaten/kota dan provinsi dalam melakukan sharing modal. Itu harus ditetapkan dalam sebuah keputusan bersama dan disetujui oleh  DPRD masing-masing.

    Tentu, kata dia, pemenuhan modal inti tidak hanya dalam satu tahun, tetapi untuk beberapa tahun sampai batas waktu yang ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yakni tahun 2024.

    “Dewan juiga berharap kredit macet yang masih tinggi, perlu dilakukan penagihan. Kemudian, ke depannya Bank NTT harus menganalisa proposal pinjaman secara lebih cermat dan berhati-hati dan dibutuhkan kejujuran integritas,” ucapnya.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.