• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Rabu, 21 Oktober 2020

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Masalah Sampah bukan Hanya Tanggung Jawab Pemkot Kupang
    ALBERT VINCENT REHI | Rabu, 30 September 2020 | 19:11 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Masalah
    Gubernur Laiskodat didampingi Wali Kota Kupang,Jefri Riwu Kore foto dari Humas Pemprov NTT

     

     

    KUPANG,FLOBAMORA.NET- Gubernur NTT, Viktor  Bungtilu Laiskodat menegaskan, persoalan sampah di Kota Kupang bukan hanya tanggung jawab pemerintah Kota Kupang tettapi juga pemerintah provinsi.

    Penegasan tersebut disampaikan Gubernur Laiskodat saat melakukan kunjungan kerja di  Kota Kupang, Rabu (30/9/2020) yang dipusatkan di Panta Wisata Lasiana.

    Menurutnya, perlu ada kerja sama dan pembagian tanggung jawab yang jelas, mana yang jadi tanggung jawab pemerintah propinsi dan pemerintah pusat. Harus dirumuskan secara tegas.

    “ Saya serius sekali bicara seluruh permasalahan  di kota ini, bukan karena tidak suka atau punya maksud tertentu tapi karena ini kota propinsi. Yang malu  kalau kota ini tidak tertata dengan baik dan kotor, bukan hanya wali kota tapi juga gubernur. Saya ingin kita menjadi pemimpin yang in charge, kerja terlibat dan sampai tuntas, tidak hanya omong saja. Hari ini saya datang  bertemu Pak Wali (Wali Kota Kupang,red)), kita bagi tugas sudah,saya punya tugas apa dan Pak Wali punya apa,” katanya.

    Persoalan sampah, lanjut mantan Ketua Fraksi Nasdem DPR RI tersebut, harus  menjadi gerakan bersama   seluruh komponen di Kota Kupang.  Termasuk TNI/Polri, perguruan tinggi dan lembaga pendidikan dari SD sampai dengan SMA. Karena hal ini  berkaitan dengan membangun peradaban dan mindset.

     Ia memaparkan, desian penanganan sampah harus jelas. Perlu armada untuk  pengumpulan sampah berapa? Bagaimana para lurah dan ketua RT/RW lakukan  sosialiasasi manajemen sampah rumah tangga? Titik-titik sampah ditempatkan di mana, itu menjadi tanggung jawab Lurah dan RT/RW.

    Menurut Laiskodat, sebagai ibu Kota Provinsi NTT, Kota Kupang harus menampilkan ciri khas  sebuah kota.Malam terang, siang bersih, parkirannya jelas dan sampahnya dikelola dengan baik.  Pembangunan kota itu terutama  berkaitan dengan aspek services atau pelayanan publik  termasuk dalamnya manajemen pengelolaan sampah atau waste management harus didorong secara serius.

    “Pungut sampah atau collecting itu hanya merupakan satu aspek dari manajemen pengelolaan sampah. Kalau soal ini saja sudah merupakan masalah berat, bagaimana kita bicara aspek lain seperti  Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan proses daur ulang.  Termasuk di dalamnya bak-bak sampah harus ditempatkan di tempat yang sesuai, bukan di jalan-jalan protokol,” jelasnya

    Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Laiskodat memberikan apresiasi kepada Wali Kota Kupang  yang telah memperjuangkan kepada presiden untuk penataan trotoar di Kota Kupang. Juga untuk pembenahan taman-taman. Adanya predestrian yang baik untuk pejalan kaki menunjukkan kota  makin maju.

    “Presiden Jokowi sangat cinta NTT terutama Kota Kupang. Presiden sudah siapkan lagi dana tambahan untuk rapikan lagi jalan-jalan di Kota Kupang. Jadi seumpama  kebutuhan air bersih direncanakan dengan baik, kita tinggal omong Kota tanggung berapa, propinsi buat apa dan minta juga di pusat mumpung Presidennya sangat perhatian dengan kita,”tuturnya.

    Sementara itu Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore mengakui, persolan sampah memang menjadi momok bagi Kota Kupang. Pemerintah Kota Kupang terus berupaya untuk menangani permasalahan tersebut.

    “Kami malu Pak Gubernur,  karena sampah masih bertebaran di mana-mana. Sampai saat ini, kami baru bisa angkut sekitar 87 persen sampah. Karena beberapa kendala seperti bin kontainer yang hanya enam unit saja saat kami memimpin,: ujarnya.

    Ia mengatakan, sejak tahun 2019, ada pengadaan 40 bin kontainer untuk penataan kota. Mobil sampah ada sekitar 30 unit, 23 unit sudah tua. Periode ini tambah delapan unit mobil baru. Dalam dua tahun terakhir kita juga adakan 2.000 unit tong sampah.Ia juga berterima kasih atas bantuan satu unit mobil penyapu jalan dari pemerintah provinsi.

    Jefri berjanji akan mengambil langkah-langkah strategis dan lebih tegas untuk mengelola sampah di kota Kupang.

    “Terima kasih banyak Bapak Gubernur atas semua masukan dan catatan yang luar biasa. Kasih tanggung jawab kepada kami untuk kami berubah dalam enam bulan ini khususnya dalam penataan kebersihan ini. Kita akan kerjakan dengan lebih sungguh,”ucapnya.***

     

    KUPANG,FLOBAMORA.NET- Gubernur NTT, Viktor  Bungtilu Laiskodat menegaskan, persoalan sampah di Kota Kupang bukan hanya tanggung jawab pemerintah Kota Kupang tettapi juga pemerintah provinsi.

    Penegasan tersebut disampaikan Gubernur Laiskodat saat melakukan kunjungan kerja di  Kota Kupang, Rabu (30/9/2020) yang dipustjan di Panta Wisata Lasiana.

    Menurutnya, perlu ada kerja sama dan pembagian tanggung jawab yang jelas, mana yang jadi tanggung jawab pemerintah propinsi dan pemerintah pusat. Harus dirumuskan secara tegas.

    “ Saya serius sekali bicara seluruh permasalahan  di kota ini, bukan karena tidak suka atau punya maksud tertentu tapi karena ini kota propinsi. Yang malu  kalau kota ini tidak tertata dengan baik dan kotor, bukan hanya wali kota tapi juga gubernur. Saya ingin kita menjadi pemimpin yang in charge, kerja terlibat dan sampai tuntas, tidak hanya omong saja. Hari ini saya datang  bertemu Pak Wali (Wali Kota Kupang,red)), kita bagi tugas sudah,saya punya tugas apa dan Pak Wali punya apa,” katanya.

    Persoalan sampah, lanjut mantan Ketua Fraksi Nasdem DPR RI tersebut, harus  menjadi gerakan bersama   seluruh komponen di Kota Kupang.  Termasuk TNI/Polri, perguruan tinggi dan lembaga pendidikan dari SD sampai dengan SMA. Karena hal ini  berkaitan dengan membangun peradaban dan mindset.

     Ia memaparkan, desian penanganan sampah harus jelas. Perlu armada untuk  pengumpulan sampah berapa? Bagaimana para lurah dan ketua RT/RW lakukan  sosialiasasi manajemen sampah rumah tangga? Titik-titik sampah ditempatkan di mana, itu menjadi tanggung jawab Lurah dan RT/RW.

    Menurut Laiskodat, sebagai ibu Kota Provinsi NTT, Kota Kupang harus menampilkan ciri khas  sebuah kota.Malam terang, siang bersih, parkirannya jelas dan sampahnya dikelola dengan baik.  Pembangunan kota itu terutama  berkaitan dengan aspek services atau pelayanan publik  termasuk dalamnya manajemen pengelolaan sampah atau waste management harus didorong secara serius.

    “Pungut sampah atau collecting itu hanya merupakan satu aspek dari manajemen pengelolaan sampah. Kalau soal ini saja sudah merupakan masalah berat, bagaimana kita bicara aspek lain seperti  Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan proses daur ulang.  Termasuk di dalamnya bak-bak sampah harus ditempatkan di tempat yang sesuai, bukan di jalan-jalan protokol,” jelasnya

    Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Laiskodat memberikan apresiasi kepada Wali Kota Kupang  yang telah memperjuangkan kepada presiden untuk penataan trotoar di Kota Kupang. Juga untuk pembenahan taman-taman. Adanya predestrian yang baik untuk pejalan kaki menunjukkan kota  makin maju.

    “Presiden Jokowi sangat cinta NTT terutama Kota Kupang. Presiden sudah siapkan lagi dana tambahan untuk rapikan lagi jalan-jalan di Kota Kupang. Jadi seumpama  kebutuhan air bersih direncanakan dengan baik, kita tinggal omong Kota tanggung berapa, propinsi buat apa dan minta juga di pusat mumpung Presidennya sangat perhatian dengan kita,”tuturnya.

    Sementara itu Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore mengakui, persolan sampah memang menjadi momok bagi Kota Kupang. Pemerintah Kota Kupang terus berupaya untuk menangani permasalahan tersebut.

    “Kami malu Pak Gubernur,  karena sampah masih bertebaran di mana-mana. Sampai saat ini, kami baru bisa angkut sekitar 87 persen sampah. Karena beberapa kendala seperti bin kontainer yang hanya enam unit saja saat kami memimpin,: ujarnya.

    Ia mengatakan, sejak tahun 2019, ada pengadaan 40 bin kontainer untuk penataan kota. Mobil sampah ada sekitar 30 unit, 23 unit sudah tua. Periode ini tambah delapan unit mobil baru. Dalam dua tahun terakhir kita juga adakan 2.000 unit tong sampah.Ia juga berterima kasih atas bantuan satu unit mobil penyapu jalan dari pemerintah provinsi.

    Jefri berjanji akan mengambil langkah-langkah strategis dan lebih tegas untuk mengelola sampah di kota Kupang.

    “Terima kasih banyak Bapak Gubernur atas semua masukan dan catatan yang luar biasa. Kasih tanggung jawab kepada kami untuk kami berubah dalam enam bulan ini khususnya dalam penataan kebersihan ini. Kita akan kerjakan dengan lebih sungguh,”ucapnya.***

     


     


    Sumber: Humas Pemprov NTT/Aven Reme
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.