• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Sabtu, 28 November 2020

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    NTT Meminjam Lagi ke SMI untuk Pembangunan Infrastruktur
    ALBERT VINCENT REHI | Sabtu, 10 Oktober 2020 | 08:32 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    NTT
    Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat

     

     

    SUMBA BARAT DAYA - Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat mengatakan, tahun 2021 pihaknya akan meminjam  lagi uang kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) sebesar Rp 1,5 triliun untuk melanjutkan pembangunan infrastruktur di provisi berbasis kepulauan tersebut.

    Gubernur Laiskjodat mengatakan itu, saat  berkunjung ke Kabupaten Sumba Barat Daya,Jumat (9/10/2020) kemarin.

    Menurutnya, dari dana tersebut, 800 miliar rupiah untuk pembangunan infrastruktur, sisanya untuk pertanian dan peternakan. Pinjaman tersebut hanya khusus untuk hal-hal ini.

    “Kita tidak bisa kerja semua. Setelah saya diskusi tentang tentang hal ini kepada Presiden, ternyata kebijakan seperti ini telah dilakukan oleh Bapak presiden saat jadi Walikota (Solo). Ada perangkat daerah yang minim dapat anggaran karena sebagian besar anggaran diarahkan pada perangkat daerah prioritas,” jelasnya.

    Gubernur Laiskodat mengatakan, agar pekerjaan besar tersebut dapat berhasil, maka harus disertai dengan pengawasan yang ketat dari Pemimpin atau kepala daerah. Harus ada tekad dari kepala daerah, yang dikerjakan harus berhasil.

    Ia menegaskan, pemimpin adalah orang lapangan. gubernur, bupati, camat dan kepala desa adalah manusia-manusia lapangan yang strategis. Terjun di lapangan, kalau tidak benar, langsung dirapikan.

    “Lihat Presiden Jokowi datang berulang kali ke NTT, bukan datang pesiar tetapi memastikan program jalan atau tidak. Ada di kantor itu cuma satu hari saja, selebihnya di lapangan. Kalau tidak seperti ini, semua program prioritas dengan anggaran besar ini tidak mungkin jadi. Pemimpin harus keliling awasi program ini,” katanya.

    Ia menuturkan, masalah utama yang dihadapi Provinsi NTT selama ini adalah kurang fokus dalam mendesain dan bekerja baik pada level provinsi maupun kabupaten/kota. Anggaran kita terbatas karena itu perlu fokus dengan program-program utama.

    “Hal ini harus segera kita lakukan mulai tahun depan. Ada perangkat daerah yang semestinya tak boleh mendapatkan anggaran dalam jumlah banyak atau anggarannya ditiadakan karena APBD kita terbatas. Pegawainya terima gaji seperti biasa dan diarahkan ke desa-desa untuk memantau pekerjaan para petani, penenun dan peternak. Kalau mau kerja besar harus fokus pada beberapa program utama seperti infrastruktur, pendidikan, kesehatan, pertanian,peternakan, pariwisata dan program prioritas lainnya,” tandasnya.

    Menurut mantan Ketua Fraksi Partai NasDem DPR itu tersebut, ada banyak tuntutan masyarakat terhadap Pemerintah Daerah, namun tidak semua bisa dipenuhi karena anggaran terbatas. Harus dimulai dari perencanaan yang terarah. Tidak bisa membagi anggaran secara merata kepada setiap perangkat daerah. Buat perencanaan untuk program yang langsung meningkatkan taraf hidup masyarakat.

    “Harus ada tujuan utama yang jadi fokus anggaran. Misalnya, tujuan di bidang pertanian tahun ini adalah seluruh petani olah semua lahannya sebelum hujan. Karenanya semua pupuk, bibit dan semua yang diperlukan termasuk pendamping sudah disiapkan, sehingga pas hujan turun, semua langsung dieksekusi,” ujarnya lagi.***

     


    Sumber: Humas Pemprov NTT/ Aven Reme
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.