• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Minggu, 25 Oktober 2020

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Warga Besipae Diserang, Pemprov NTT Bantah
    ALBERT VINCENT REHI | Rabu, 14 Oktober 2020 | 21:05 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Warga
    Aparat Sat Pol PP Provinsi NTT saling rampas selang air di Besipae, Rabu (14/10/2020)

     

     

    BESIPAE - Sebuah vidio beredar di medsos Rabu (14/10) sekitar pukul 12.00 Wita, berdurasi 2 menit 50 detik, yang mempertontonkan tindakan kekerasan dari aparat, yang kabarnya utusan dari Pemprov NTT. mengintimidasi warga Pubabu, Besipae, Kecamatan Amanuban Selatan, TTS, terutama terhadap sejumlah anak dan ibu-ibu. Mereka dipukul, dibanting hingga ada yang pingsan.

    Keterangan yang berhasil dihimpun media, pada 14 Oktober 2020 tepatnya pukul 11:48 WITA, rombongan maysarakat dari luar, terdiri dari Pol PP, TNI, Polri serta orang-orang bertato, datang ke lokasi konflik Pubabu-Besipae. Tujuan rombongan apparat dan warga luar adalah ingin melakukan penghijauan yaitu menanam Lamtoro di lahan yang bermasalah.

    Namun, tujuan dari rombongan itu spontan mendapat penolakan dari warga Pubabu-Besipae. Sebab, masalah hutan (lahan) Pubabu belum mendapatkan titik temu atau belum selesai. Alasan lain adalah situasi pandemi Corona, apalagi rombongan aparat keamanan, preman dan warga dari luar mencapai 200-an orang.

    Pukul 13.00 WITA, terjadi keributan antara masyarakat dan aparat. Tindakan represif lagi-lagi di pertontonkan oleh orang-orang suruhan Pemprov NTT terhadap anak-anak dan perempuan Pubabu.
    Korban kekerasan tersebut dilaporkan, antara lain, Debora Nomleni, perempuan berusia 19 tahun. Akibat tindakan brutal itu, tangannya diputar sampai keseleo.

    Juga, Mama Demaris, ia dicekik dan dibanting sampai lehernya terluka hingga pingsan. Selain itu, Garsi Tanu, laki-laki 10 tahun, di tarik-tarik. Dan Novi, 15 tahun, dibanting dan ditendang sampai badannya penuh dengan lumpur; juga Marlin yang didorong sampai jatuh.

    Warga mengeluh dan mengaku kesal karena di tengah situasi pandemi corona, malah tidak menjadi pengahalang bagi negara untuk bertindak anarkis dan seenaknya menyengsarakan juga menindas rakyatnya.

    Tokoh masyarakat Desa Pubabu- Besipae, Niko Manoe membenarkan aksi kekerasan yang tersebut. “Benar, ada kejadian itu, seperti video yang beredar di media sosial,” katanya saat dihubungi wartawan dari Kupang.

    Pemprov Bantah

    Secara terpisah, Pelaksana tugas (Plt) Badan Pendapatan dan Aset Daerah, Welly Rohi Mone membantah adanya aksi kekerasan atau penganiayaan terhadap warga Desa Pubabu-Besipae, karena justru anak buahnya yang menjadi korban kekerasan.

    “Anak buah saya yang justru jadi korban hingga kepala benjol,” kata Welly kepada wartawan via telepon, Rabu (14/10).

    Menurut dia, kedatangan mereka ke Pubabu untuk membuka lahan guna menyukseskan program Pemprov NTT, Tanam Jagung Panen Sapi. “Kami datang untuk persiapan lahan, karena dekat musim penghujan. Kami juga tidak usik warga setempat yang bolak-balik di depan kami,” katanya

    Kedatangan Pemprov NTT bersama dengan Korem 161 Wirasakti Kupang untuk melihat lahan yang akan dimanfaatkan untuk program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS).

    Dia menjelaskan, saat mobil tangki air datang untuk mengisi air, warga melarang, sehingga terjadi tarik menarik selang antar warga dan aparat keamanan di lapangan.

    Saat terjadi tarik menarik selang itu, jelasnya, seorang ibu terpeleset dan jatuh, sehingga seorang stafnya hendak membantu ibu itu untuk bangun, tapi justru dipukul oleh ibu-ibu lainnya. “Orang belum pegang sudah jatuh. Satu ibu terpeleset, namun hendak ditolong, justru dipukul,” katanya.

    Akibat penganiayaan terhadap stafnya, Welly melaporkan kasus itu ke Polsek Amanuban Selatan. “Ini baru selesai visum. Kami sudah buat laporan, karena staf saya alami penganiayaan,” jelasnya.

    Terkait video berdurari 2.50 menit bahwa terjadi aksi kekerasan di Pubabu-Besipae beredar luas di media sosial. “Mereka seperti sinetron saja yang mau kejar tayang,” tandas Welly. (*)***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.