• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Kamis, 13 Mei 2021

     
    Home   »  Nasional
     
    Usai Terima Vaksin, Tokoh Agama di Kupang Imbau Jemaat Siapkan Diri
    ALBERT VINCENT REHI | Kamis, 14 Januari 2021 | 21:22 WIB            #NASIONAL

    Usai
    Para penerima vaksin perdana di NTT foto dari Juven Nitano

     

     

    KUPANG,FLOBAMORA.NET- Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur memulai vaksinasi covid-19, Kamis (14/1/2021) pagi. Vaksin perdana ini diberikan kepada sejumlah pejabat dan tokoh agama, yang ada di wilayah perbatasan Indonesia - Timor Leste itu.

    Dari 18 pejabat dan tokoh agama yang diundang, hanya lima orang yang dinyatakan sehat untuk menerima vaksin covid-19 sinovac, tahap pertama tingkat provinsi.

    Kabid Dokes Polda Nusa Tenggara Timur, Kombes Pol Sudaryono menjadi orang pertama yang disuntikan vaksin, setelah melalui pemeriksaan kesehatan yang ketat oleh petugas medis.

    Setelah itu Sekertaris Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur Benediktus Polo Maing, Rektor Universitas Nusa Cendana Kupang, Fredrik L. Benu, Ketua Gereja Injili Timor (GMIT), Pendeta Mery Kolimon dan Direktur RSUD W.Z Yohanes, Mindo E. Sinaga.

    Kabid Dokes Polda Nusa Tenggara Timur, Kombes Pol Sudaryono mengaku, awalnya merasa tegang saat persiapan, karena beberapa kali tensi darah hasilnya naik turun. Namun semuanya kembali normal dan berhasil divaksin.

    "Untuk masyarakat Nusa Tenggara Timur silahkan melakukan vaksin karena aman," katanya usai menerima vaksin.

    Ketua Sinode GMIT, Pendeta Mery Kolimon meminta terima kasih kepada pemerintah karena telah melibatkan dirinya sebagai tokoh agama, menerima vaksinasi bersama sejumlah pejabat lainnya.

    "Terima kasih bahwa program vaksin covid-19 di Indonesia sudah dimulai, kemarin kita punya Pak Presiden sudah mulai dan hari ini sejumlah pejabat dan tokoh agama. Terima kasih kami sudah dilibatkan dalam vaksin ini," ujarnya.

    Setelah divaksin, Pendeta Mery Kolimon mengaku tidak merasakan gejala apapun. Awalnya ia merasa terganggu lantaran tekanan darahnya tinggi, sehingga harus menunggu selama 30 menit untuk diperiksa lagi oleh tenaga medis. "Saya harus menunggu 30 menit untuk tekanan darah kembali normal agar mendapatkan vaksin," imbuhnya.

    Pendeta Mery Kolimon mengimbau seluruh pendeta dan jemaat untuk segera mempersiapkan diri menerima vaksin, sehingga kebal terhadap virus covid-19.

    "Kami mengimbau kepada seluruh jemaat untuk mempersiapkan diri dalam vaksin, ini tugas kita pertama merawat kehidupan dan vaksin covid-19 adalah bagian dari merawat kehidupan milik Tuhan. Kami juga minta pendeta dan warga jemaat untuk mempelajari hal-hal yang dipersiapkan menuju vaksin, misalnya menjaga kesehatan dengan tekanan darah yang baik, untuk kepentingan vaksin yang diatur oleh pemerintah nanti," tegasnya.***


     




    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2021 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.