• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 20 September 2021

     
    Home   »  Siapa & Siapa
     
    Bagaimana Satu Minggu Memiliki Tujuh Hari
    YOHANES L. BILLY | Senin, 01 Februari 2021 | 08:23 WIB            #SIAPA & SIAPA

    Bagaimana
    Dok Web

     

     

    Flobamora.net -  Menerima begitu saja bahwa satu minggu terdiri dari tujuh hari, kebanyakan dari kita tidak pernah berpikir bahwa di waktu lampau beberapa budaya mempelajari dan menggunakan kalender yang sangat berbeda.

    Bangsa Mesir kuno memeiliki sepuluh hari dalam seminggu. Demikian juga bangsa Tionghoa. Konsep tujuh hari seminggu berawal dari orang-orang Babylonia kuno. Mereka menyembah matahari dan bulan sebagai dewa. Mereka juga menyadari bahwa sebagian besar bintang tampaknya selalu berada pada tempat yang sama atau tidak berpindah-pindah tempatnya pada setiap malam tetapi ada lima “bintang” di antaranya yang senantiasa mengalami pergerakan yang sama sepanjang tahun, yang sekarang ini kita mengenalnya dengan sebutan planet.

    Bangsa Babylonia hanya mengerti bahwa “bintang-bintang” ini memiliki kekuatan dan penting sehingga mereka menamakan masing-masing “bintang” ini dengan nama-nama dewa-dewi mereka. Dan kemudian, mereka menamakan masing-masing tujuh hari dalam minggu mereka satu nama dari tujuh dewa-dewi mereka yang dihubungkan dengan matahari, bulan dan lima planet.

    Sistem tujuh hari dalam seminggu perlahan-lahan diambil alih oleh bangsa Romawi yang menjadikannya delapan hari per minggu dalam sistem kalender mereka yang lambat laun diketahui tidak sesuai dengan tahun matahari yang sebenarnya.

    Tetapi setelah bangsa Romawi mengadopsi Kalender Julius pada abad pertama sesudah Masehi, secara perlahan sistem tujuh hari seminggu mulai digunakan sampai akhirnya secara resmi dipergunakan oleh Kaisar Konstantin pada tahun 321 sesudah Masehi dan bangsa Romawi kemudian mengubah nama-nama dewa-dewi bangsa Babylonia dengan nama-nama dewa-dewi bangsa Romawi.

    Nama masing-masing hari dalam Bahasa Inggris terbentuk dari kombinasi nama dewa-dewi bangsa Romawi dan bangsa Norwegia. Sunday dan Monday adalah nama yang diberikan untuk matahari dan bulan. Tuesday berasal dari Tyr, dewa perang orang Norwegia, dan Wednesday berasal dari Odin, kadang-kadang dieja Wodin, dewa utama orang-orang terhormat Norwegia. Thursday dari Thor, dewa Guntur, dan Friday dari Freya, istri Odin. Saturday berasal dari nama dewa orang Romawi, Saturn, dewa pertanian dan panen.

    Setelah runtuhnya Kekaisaran Romawi, dan pada waktu Gereja Katolik Roma muncul sebagai institusi utama di dunia Barat, sistem penanggalan tetap menggunakan tujuh hari dalam seminggu, yang tentunya sangat selaras dengan firman Allah dalam kitab suci mengenai penciptaan alam raya selama enam hari oleh Allah dan Allah beristirahat pada hari ke tujuh.


     


    Sumber: TIME-100 Ideas that Changed the World, 2010, P 17




    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2021 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.