• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Sabtu, 27 November 2021

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Masyarakat jangan Lagi Menuduh Rumah Sakit Meng-covid-kan Seseorang
    ALBERT VINCENT REHI | Selasa, 09 Februari 2021 | 17:59 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Masyarakat
    Ketua Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Nusa Tenggara Timur (NTT) dr. Yudith Marietha Kota

     

     

    KUPANG,FLOBAMORA.NET- Ketua Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Nusa Tenggara Timur (NTT) dr. Yudith Marietha Kota, meminta masyarakat untuk tidak menuduh rumah sakit meng- Covid-kan seseorang.

    Permintaan tersebut disampaikan dr. Yudith di Kupang, Selasa (09/02/2021), sehubungan dengan masih beredar anggapan di masyarakat, yang menyatakan rumah sakit kerap meng-covid-kan seseorang.    

    “ Dalam menentukan seseorang Covid atau bukan, rumah sakit punya standar dan dokumen yang secara aturan dapat dipertanggungjawabkan. Artinya rumah sakit sudah bekerja sesuai prosedur dan sangat profesional,” katanya

    Menurut Direktur RS Kartini Kupang ini, yang menjadi tantangan bagi pihak rumah sakit keluarga pasien kerap menuntut pihak rumah sakit agar mengeluarkan hasil swab PCR pemeriksaan Covid- 19 di saat itu juga.  Kondisi itu kerap memicu konflik antara keluarga pasien dengan pihak rumah sakit.

    Ia menjelaskan, pasien yang meninggal itu dinyatakan Covid-19, berdasarkan pemeriksaan penunjang seperti swab antigen, antibodi, maupun PCR.

    Kendala lain, sambungnya, fasilitas pemeriksaan di NTT masih sangat terbatas hanya ada di Laboratorium Biomolekuler RSUD Johannes Kupang, sehingga kepastian status pasien mengantri atau menunggu dalam waktu tertentu.

    Ia menuturkan,  pihak rumah sakit sangat kesulitan terutama ketika ada pasien yang meninggal mendadak, misalnya ketika datang hanya beberapa jam ditangani di UGD, kemudian meninggal dan dinyatakan Covid-19.

    “Kondisi ini tentu berbeda dengan penanganan jenazah pasien Covvid-19 yang sebelumnya sudah dirawat di rumah sakit. Pihak rumah sakit maupun dokter yang merawat pasien memiliki kesempatan untuk mengedukasi pihak keluarga bahwa kemungkinan pasien akan meninggal dan harus dimakamkan sesuai protokol pemakaman pasien Covid-19. Biasanya keluarga juga menerima, namun yang meninggal mendadak itu yang kami kesulitan apalagi keluarga datang dengan emosional tinggi,” jelasnya.

    Kata dia, tidak ada yang sengaja meng-Covid-kan pasien, dalam menangani jenazah pasien yang dinyatakan Covid-19, rumah sakit harus menerapkan prinsip praduga bersalah agar tidak ada peluang menularkan para tenaga medis, pengurus jenazah, anggota keluarga, dan masyarakat.

    Kondisi itu, tambahnya,  kian menyulitkan pihak rumah sakit ketika Satgas Covid-19 yang mengurus pemakaman tidak segera datang untuk membawa jenazah karena mereka terbatas sementara mereka harus mengurus jenazah pada beberapa rumah sakit.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2021 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.