• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 01 Maret 2021

     
    Home   »  Nasional
     
    Pemerintah akan Perluas Areal Lumbung Pangan di Sumba Tengah
    ALBERT VINCENT REHI | Selasa, 23 Februari 2021 | 21:59 WIB            #NASIONAL

    Pemerintah
    Presiden Joko Widodo saat meninjau Food Estate di Sumba Tengah Foto: Setkab

     

     

    KUPANG-Pemerintah menyiapkan 5.000 hektare kawasan food estate (Lumbung Pangan) di Kecamatan Katiku Tana, Kabupaten Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur (NTT). Lahan tersebut disiapkan guna mewujudkan ketahanan pangan lebih baik.

    Presiden Joko Widodo (Jokowi) menuturkan pada tahap awal pemerintah baru menyiapkan 5.000 hektare lahan untuk food estate atau lumbung pangan di Kabupaten Sumba Tengah.

    Dari total 5.000 hektare lahan yang telah tersedia, Jokowi menyatakan 3.000 hektare akan ditanam padi dan 2.000 hektare sisanya akan ditanami jagung.

    “Tapi ke depan akan diperluas lagi dengan perluasan 10.000 hektare yang nanti dibagi 5.600 hektare untuk padi dan 4.400 untuk jagung,” kata Jokowi saat meninjau lokasi food estate di Kabupaten Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur, Selasa (23/2/2021).

    Lebih lanjut, kata Jokowi menngatakan, alasan pemerintah membangun lumbung pangan di Sumba Tengah ialah karena masih tingginya angka kemiskinan di daerah itu.

    Presiden menyebut 34 persen masyarakat di Sumba Tengah masih kategori warga miskin. Selain itu, selama ini panen padi di Sumba Tengah masih setahun sekali. Pemerintah menargetkan agar panen padi dapat berlangsung dua kali setahun dan satu kali panen jagung atau kedelai dalam setahun.

    “ Problem-nya adalah memang masih di seluruh NTT sama yaitu masalah air. Jadi kuncinya adalah air,” ujarnya.

    Dia menuturkan, pemerintah telah membangun sejumlah sumur bor yang dapat digunakan untuk kebutuhan sawah pada 2015 - 2018. Selain itu, pembangunan embung besar juga telah dibangun.

    Akan tetapi langkah ini disebut masih belum cukup. “Masih jauh dari cukup. Masih kurang. Tadi Pak Bupati masih minta tambah lagi, Pak Gubernur juga minta dibuatkan satu bendungan untuk di Sumba Tengah dan sekitarnya,” terangnya. Adanya kawasan food estate di Nusa Tenggara Timur menambah jumlah food estate di Indonesia. Sebelumnya pemerintah juga telah membangun food estate di Sumatra Utara dan Kalimantan Tengah.

    Bangun Bendungan

    Masalah pembangunan food estate di Kecamatan Katiku Tana, Kabupaten Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur itu terkendala pada ketersediaan air.  “Problem-nya adalah memang masih di seluruh NTT sama yaitu masalah air. Jadi kuncinya adalah air,” kata Jokowi.

    Dia mengatakan pemerintah telah membangun sumur bor dan embung untuk kebutuhan area persawahan. Namun, langkah itu dinilai belum cukup. Jokowi berjanji bakal menambah sumur bor untuk memastikan ketersediaan air.

    Eks Gubernur DKI Jakarta itu juga telah memerintahkan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono untuk melihat kemungkinan pembangunan bendungan di sekitar area food estate.

    “Saya sudah perintahkan Pak Menteri PUPR untuk dilihat kemungkinan dibangun waduk atau bendungan kemudian tambahan untuk embung, dan juga sumur bor diikuti dengan Kementan untuk membantu kekurangan-kekurangan alsintan [alat dan mesin pertanian] traktor terutama di sini sangat dibutuhkan sekali," ujarnya.

    Dia meyakini, pembangunan food estate di tiga lokasi yaitu Kalimantan Tengah, Sumatra Utara dan Nusa Tenggara Timur akan menciptakan ketahanan pangan nasional secara lebih baik.***


     




    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2021 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.