• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Sabtu, 18 September 2021

     
    Home   »  Ekonomi & Investasi
     
    Agustina, Kisah Sukses Penjual Ikan dan Rumput Laut dari Tablolong
    ALBERT VINCENT REHI | Rabu, 24 Februari 2021 | 09:07 WIB            #EKONOMI & INVESTASI

    Agustina,
    Ibu Agustina M. Sau, salah satu nasabah BTPN Syariah (Foto : Labu Mbuhang Nggiku)

     

     

    MENJADI ibu rumah tangga bukan berarti hanya duduk manis di rumah dan menutup diri dari berbagai kegiatan bermanfaat serta berkreasi. Bahkan di masa pandemic covid-19 sekalipun.

    Ada banyak, ibu rumah tangga yang memiliki usaha sampingan dan nyatanya sangat sukses. Mereka tak pusing dengan eksistensinya dan mereka bisa mengejar mimpi dan kesuksesan.

    Kesuksesan memang bisa datang kapan saja dan di mana pun. Asal ada niat, kerja cerdas dan pantang menyerah dalam mengusahakannya. Seperti perempuan yang bernama Agustina Markus Sau (43),warga Desa Tablolong, Kupang Barat, Kabupaten Kupang.Berangkat dari latar belakang sebagai ibu rumah tangga, ia justru sukses mengembangkan bisnisnya sebagai penjual rumput laut dan ikan.

    Sebelum bergabung dengan BTPN Syariah, Agustina merintis usahanya berawal dari sebuah kios kecil menjual makanan kecil, bensin tanah dan solar untuk kebutuhan nelayan setempat.  

    “ Saya berkenalan pertama kali dengan BTPN Syariah melalui petugas yang datang ke desa ini. Saya adalah orang pertama di desa ini yang menjadi basabahny,” kata Agustuina, di Tablolong, Kupang Barat, Kabupaten Kupang. Selasa (23/2/2021).

    Perempuan paruh baya warga desa nelayan di ujung barat Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur itu mengatakan, ia mendapat modal usaha pertama Rp 5 juta dan terus  meningkat hingga Rp 50 juta serta top up atau modal tambahan,

    Selain memiliki kios, Agustina membidik usaha lain yakni berjualan ikan. Bukan secara kebetulan ia harus banting setir. Hasil ikan yang melimpah dari desa nelayan itu dijualnya hingga ke Atambua, Kabupaten Belu.

    Ia secara rutin memasok ikan ke ibu kota kabupaten yang berbatasan dengan Negara Timor Leste itu. Seminggu dua sampai tiga kali ikan dikirim dengan jumlah 100 – 200 kilo gram per sekali kirim.

    Usaha ikan ini dibelinya Rp 25 ribu per kilo gram dan jual Rp 35.000 – Rp 45.000 per kilo gram terus berkembang. Per minggu ia bisa mendapat keuntutgan Rp  juta. Sehingga ia tidak kesulitan  dalam mengmbalikan angsuran Rp 2.200.000 per dua minggu.

    Kendati awalnya cukup kesulitan karena harus merintis usaha baru, pendiri kelompok usaha Katonik (Rumput Laut) merasa sangat terbantu dengan modal usaha dari BTPN Syariah.

    “Jujur tidak ada kesulitan setelah bergabung menjadi nasabah BTPN Syariah. Kami malah dibantu dan diberi pembinaan bagiamana harus bertahan dengan usaha yang ada,” katanya.

    Ketekunan, kerja keras dan kegigihan Agustina membuahkan hasil. Perempuan asal Rote Ndao yang menjadi nasabah sejak tahun 2015  ini, sudah bisa membeli sebuah mobil pick-up untuk membantu usahanya mengirim ikan ke Atambua.

    Mobilnya pun ia beli dengan tambahan modal dari BTPN Syariah sebesar Rp Rp 50 juta pada tahun 2020 lalu.” Yah,mobil ini untuk mendukung usaha saya,” imbuhnya.

    Menurut Communication Head BTPN Syariah, Ainul Yaqin, bank ini memberikan pembiayaan prasejahtera produktif kepada kelompok perempuan tanpa jaminan. Tujuannya untuk membangun empat karakter pada diri nasabah yaitu berusaha disiplin, kerja sama dan saling  membantu. Dan diharapkan, perilaku tersebut dapat menyebar sehingga tercapai tatanan masyarakat yang memeiliki kekuatan secara ekonomi.

    “Kita bangun sifat gotong royong. Misalnya, jika ada anggota yang sakit, anggota lain yang siap membantu cicilannya. Jadi saling bantu antarsesama anggota kelompok adalah perlu,” ujarnya.

    Kepala Pembiayaan BTPN Syariah Area Sumbawa dan Kupang, Nuerbaidah mengutarakan, pembiayaan dari bank ini diberikan sebagai modal usaha kbhusu ibu-ibu prasejahtera yang ada di pedesaan atau pinggiran kota di berbagai daerah di Indonesia untuk memulai atau mengembangkan usahanya.

    BTPN Syariah, tidak hanya memberikan kemudahan pembiayaan. Bank ini juga memberikan pendampingan  secara berkala di bidang keuangan, kewirausahan dan kesehatan. BTPN Syariah pun menyiapkan petugas lapangan yang berkunjung ke nasabah dua minggu sekali.

    Ternyata tidak hanya Agustina .Di desa nelayan itu, BTPN Syariah juga membina dan memberikan pembiayaan dan pendampingan kepada 17 perempuan lainnya, seperti Mince Olo, yang konsern pada usaha tenun ikatnya dengan modal awal Rp 750 ribu pada tahun 2020 dan sekarang  omzetnya teah mencapai Rp 2,5 juta per bulan.

    Untuk perempuan seperti Agustina, BTPN Syariah hadir. Karena Agustina juga Desa Tablolong menjadi tempat peduli BTPN Syariah.Berkat ketekunannya BTPN Syariah memberikan dua perahu untuk mengangkut rumput laut.***      

     




    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2021 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.