• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Sabtu, 27 November 2021

     
    Home   »  Nasional
     
    Alumni Syuradikara, MC Saat Kunjungan Jokowi ke Sikka
    VICY DA GOMES | Kamis, 25 Februari 2021 | 18:46 WIB            #NASIONAL

    Alumni
    Avelina Christina Lado (Vikcy da Gomez)

     

     

    NAMA lengkapnya Avelina Christina Lado. Kini Ia mengabdi pada Sekretariat DPRD Sikka sebagai Kasubag Aspirasi di Bagian Anggaran, Aspirasi dan Pengawasan.

    Anne Lado, demikian dia biasa disapa rekan kerja dan sahabat-sahabatnya. Sebagai aparatur sipil negara, dia terbilang seorang pribadi yang cakap, disiplin, dan penuh tanggung jawab melaksanakan tugas dan fungsinya.

    Wanita blasteran Sikka, Ende Sabu ini, menjadi salah satu perhatian pada saat kunjungan kerja Presiden Joko Widodo ke Maumere Kabupaten Sikka pada Selasa (23/2). Dia menjadi MC (master of ceremony) Utama dalam acara resmi kenegaraan, pengresmian Bendungan Napun Gete oleh Presiden RI Joko Widodo.

    Alumus Fisipol Jurusan Public Relation Universitas Atma Jaya Jogyakarta ini tampil dengan jas tenun ikat Sikka, dipadu celana kain berwarna hitam. Sebuah padanan yang serasi. Jas sarung, memberikan dia rasa percaya diri yang tinggi.

    Anne Lado memang sengaja menonjolkan kearifan lokal, tidak sekedar untuk dilihat sebagai pembeda. Tapi dia menyelipkan misi khusus. Misi promosi salah satu karakter dan kekhasan Kabupaten Sikka.

    Meski bertubuh pendek, hanya 140 centimeter, dia tidak kelihatan canggung. Justeru postur mini itu kian menguatkan dia untuk mempertegas sebuah kesuksesan.

    Hanya 30 menit tugas Anne. Itu sesuai durasi acara yang disiapkan Sekretariat Negara. Durasi yang singkat, tapi penuh historis bagi Sekretaris Ikatan Alumni Syuradikara Kabupaten Sikka itu. Sebuah momentum sejarah yang tidak akan terlupakan.

    Posisi berdiri Anne hanya berjarak kurang lebih 3 meter dari podium utama yang ditempati Presiden Jokowi. Meja penandatanganan prasasti 2 meter saja. Posisi ini memberikan dia begitu leluasa melempar senyum dan mengerlipkan mata ke podium utama.

    Anne mengawali tugas istimewa ini dengan perasaan sedikit emosional. Apalagi ketika Presiden Jokowi sudah berada di lokasi bendungan. Emosional anak bangsa yang untuk pertama kali melihat presiden dengan mata telanjang.

    “Jantung saya dag dig dug. Badan serasa gemetar. Saya merinding. Nyaris saya menangis saat melihat pertama kali Pa Presiden,” kesan awal dia.

    Rasa emosional itu segera dia kendalikan, sambil bersiap melaksanakan tugas. Apalagi saat Jokowi sudah berada di podium, dan sempat berpaling ke arah posisi MC. Justeru momen-momen awal tersebut memicu dia untuk meningkatkan kepercayaan diri.

    “Aduh, saya bahagia sekali, Beliau sempat melihat ke saya. Saya langsung PD jalankan tugas, meningkat 100 persen,” ujar dia bangga.

    Suara khas Anne membelah keheningan ratusan orang yang serius mengikuti acara pengresmian. Intonasinya terukur, ritmenya dijaga. Dan dia sukses menjalankan tugas secara maksimal.

    Ibu tiga anak ini tidak menyangka bakal mendapat peran yang penting. Dalam struktur kepemerintahan, peran strategis seperti itu, hanya menjadi milik orang-orang khusus di bidang kehumasan dan protokoler.

    Nama Anne sebelumnya masuk dalam daftar MC Cadangan. Tapi Kasubbag Protokol Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Sikka yang kemudian mendorongnya sebagai MC Utama.

    Eka, sang Kasubbag, tidak punya pilihan lain, setelah 2 staf protokol terkendala virus corona. Apalagi Pemprop NTT mempercayakan penuh tugas ini kepda Pemkab Sikka. Dan Anne tidak bisa menghindar dari kepercayaan ini.

    Dia diberitahu Eka sebagai MC Utama ketika hendak menjalani rapid antigen, dua hari menjelang kedatangan presiden. Anne terkejut dan gugup.

    Anne memang punya pengalaman menjadi MC. Pernah 5 tahun (2005-2010) sebagai staf Bagian Humas dan Protokol Setda Sikka, istri Agustinus Purba ini sudah terbiasa menjadi MC pada acara pemerintah.

    Pengalamannya tidak saja menjadi MC saat acara yang melibatkan Bupati dan Wakil Bupati Sikka waktu itu.

    Tapi juga pada pejabat dengan level yang lebih tinggi seperti Gubernur dan Wakil Gubernur NTT. Termasuk juga dia pernah tampil prima pada dua kali kunjungan kerja Menteri Fredy Numberi.

    Tapi kali ini dia disodorkan tugas yang lebih berat. Tugas yang sangat menantang. Hampir pasti sorotan datang dari berbagai kepentingan. Sedikit salah saja, tamatlah dia.

    Anne Lado pun akhirnya menerima rundown kegiatan. Dua hari dia baca dalam diam, sambil belajar di rumah. Dia menjaga aksen, memelihara intonasi, dan memaksimalkan pita suara.

    Tapi adaptasi ini belum cukup. Anne masih tampak gugup. Bahkan sampai tidur pun tidak nyenyak karena membayangkan betapa beratnya tugas yang akan dia laksanakan.

    Bunda Maria, menjadi sandaran terakhir penyuka praesenter Rosiana Silalahi ini. Dia tenangkan hati, dan berdoa meminta pertolongan Bunda Maria. Dia sempatkan juga meminta bantuan leluhur, termasuk orang tua yang sudah mendahului dia.

    So, H-1, usai mengikuti swab TCM, Anne pun mantap melenggang ke Bendungan Napun Gete untuk gladikotor. Jadwal ditunda, karena penerangan malam di lokasi itu belum tersedia.

    Esoknya, Hari H, Selasa (23/2), pagi-pagi sekali Anne sudah menuju lokasi acara, 50 kilometer jauhnya dari Kota Maumere. Gladikotor pun dimulai. Ternyata tidak hanya dia. Ada lagi 2 calon MC yang disiapkan Kementerian PUPR.

    Gladikotor dipimpin langsung 3 staf protokol istana. Rupanya Anne lebih memberikan jaminan menjalankan tugas. Jadilah dia yang ditetapkan sebagai MC Utama. Peran dia pun diuji lagi melalui gladibersih.

    “Terima kasih Pa Krisna, Pa Satria dan Ibu Ona yang sudah percayakan saya,” ungkap dia.

    Persiapan menjadi MC Utama, buat Anne tidak terlalu rumit. Yang sulit justeru kesiapan-kesiapan lain, seperti busana dan make-up. Apalagi dalam waktu yang singkat.

    Dari konsultasi dengan seorang senior yang punya pengalaman pada urusan ini, Anne disarankan mengenakan jas sarung motif Sikka.

    Anne tidak punya stok. Dia harus pontang-panting mencari jas sarung. Puluhan orang pun dihubungi. Syukurlah dia berhasil mendapatkan pinjaman, pas dengan ukuran tubuhnya yang mini.

    Di Napun Gete, saat hendak mengikuti gladikotor, Anne datang dengan mengenakan rok berwarna hitam. Ternyata oleh Protokol Istana, diminta ganti dengan celana panjang.

    Untuk balik lagi ke Maumere, tidak mungkin. Jarak yang jauh, pasti akan memakan waktu. Sementara itu pesawat kepresidenan yang membawa Jokowi bersiap lepas landas dari Bandara Tambolaka.

    Anne pun menghubungi seorang staf Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Sikka untuk membantu mengambil celana panjang di rumahnya di Lorong Imigrasi Gang Garuda 2 Jalan Adi Sucipto Waioti.

    Salah seorang anak Anne kemudian memberikan celana panjang sesuai permintaan ibunya. Dalam tempo singkat, celana panjang sudah sampai ke lokasi acara.

    Betapa terkejutnya Anne, karena yang dibawa adalah celana panjang milik anaknya. Tanpa mau meribetkan suasana, Anne mengenakan saja celana panjang itu.

    “Syukur sekali, pas di badan saya,” cerita dia sambil tertawa.

    Penampilan Anne ikut dipergagah dengan face shield hasil reparasi. Penutup wajah berkaca bening terlalu kelihatan besar, dan bakal mengganggu konsentrasinya. Alhasil Protokol Istana menyiasati dengan memotong sebagian face shield, sehingga memudahkan Anne melaksanakan tugas.

    Setelah selesai acara, hati Anne langsung plong dan lega. Dia mengaku bangga bisa menjalankan kepercayaan dan penugasan kenegaraan. Berbagai ucapan proficiat dialamatkan kepadanya.

    “Bangga, bahagia, pokoknya tidak terkatakan lagi. Terima kasih untuk leluhur yang sudah jaga saya,” ujar dia haru.

    Kini Anne kembali melaksanakan rutinitas tanggung jawabnya. Sambil terus membayangkan sosok Presiden Jokowi yang dipandangnya sebagai pemimpin yang sederhana, cerdas, dan apa adanya.***

    Biodata singkat:
    Nama: Avelina Christina Lado, S. Sos
    Lahir di Ende, 21 November 1975
    Nama Suami: Agustinus N. H. Purba
    Anak-Anak
    1. Chrisanto Gabriell Purba
    2. Vincentius Devon Juniarta Purba
    3. Christophorus M. H. Purba

    Pendidikan

    SDK St. Theresia Ende III
    SMPN 01 Ende
    SMAK Syuradikara
    Jurusan Public Relation Fisipol Universitas Atma Jaya Yogyakarta, tamat 2000

    Karir ASN

    1 Januari 2005 sampai Juni 2010, staf Bagian Humas dan Protokol Setda Sikka
    2010, Kepala Seksi Promosi di Dispar Sikka
    2014, KTU di SatPol PP 2016, Kasubag Program di SatPol PP
    2019, Kasubag Aspirasi di Bagian Anggaran, Aspirasi dan Pengawasan Setwan Sikka

     


     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2021 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.