• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Kamis, 13 Mei 2021

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Sumba Tengah jadi Model Pertanian Terintegrasi di NTT
    ALBERT VINCENT REHI | Jumat, 16 April 2021 | 13:05 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Sumba
    Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat saat panen padi di Sumba Tengah

     

     

    SUMBA TENGAH - Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) berencana menjadikan Kabupaten Sumba Tengah sebagai Model Pertanian Terintegrasi di NTT mulaiu tahun 2022 mendatang.

    Untuk itu, Gubernur Laiskodat mengharapkan dukungan masyarakat melalui DPRD Provinsi, guna menganggarkan Pabrik Pakan Ternak di Sumba Tengah, agar jagung yang ditanam akan dibeli pabrik selanjutnya diproduksi dan menghasilkan pakan ternak sehingga masyarakat tidak perlu lagi membeli pakan ternak dari pulau Jawa.

    “Inilah yang kita sebut dengan Sumba Tengah menjadi Pusat Gerakan Pertanian yang terintegrasi karena proses dari hulu hingga hilir ya dikerjakan dengan baik,” Kata Laiskodat saat memberikan sambutan pada acara Panen Padi di Lokasi Food Estate, Kamis (15/4/2021).

    Ia mengatakan, Pulau Sumba sebagai Pulau terindah, kedepanya harus memiliki Rantai pasok kebutuhannya yang disediakan dari dalam Pulau Sumba sendiri, untuk itu Pak Kadis Pertanian, Lecky F Koli, mulai tanggal 25 April 2021, kita mulai Tanam Jagung Program TJPSdi Sumba Timur dengan luasan lahan 10.000 ha, selanjutnya di Sumba Barat dengan luasan lahan 3.000 ha dan Sumba Barat Daya dengan luasan lahan 5.000 ha.

    Sementara itu, Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi, Lecky F. Koli saat di wawancarai media menyampaikan, siap menindaklajuti arahan Gubernur Laiskodat dan segera kami koordinasi dengan Pemerintah Daerah untuk mengimplementasikan Program TJPS sesuai target yang telah di tetapkan.

    “Untuk menindaklanjuti arahan Bapak Gubernur, hari ini (16/4), kami berada di Sumba Timur untuk melakukan koordinasi dan konsolidasi bersama Pemkab Sumba Timur untuk persiapan lahan, benih, pupuk dan alsintan guna percepatan pencapaian target Program TJPS Dapat terlaksana di Sumba Timur dan selanjutnya di Sumba Barat serta Sumba Barat Daya.” ujar Luki.

    Kepala Dinas PUPR, Maksi Nenabu saat diwawancarai, menyampaikan dukungannya terhadap Program TJPS terkait infrastruktur pendukungnya.

    “Arahan Bapak Gubernur wajib kami tindaklanjuti, untuk di Pulau Sumba, terkait dukungan terhadap implementasi Program TJPS pascabadai ini, langkah percepatan kami lakukan, Diantaranya koordinasi Dengan Pemkab Sumba Timur dan PT. Nindya Karya serta Balai Wilayah Sungai NT II untuk Perbaikan sementara Bendungan Lambanapu, dan perlebaran akses darurat ruas jalan Waikabubak-Padedeweri yang dikerjakan dalam waktu yang cepat.

    Sedangkan Jembatan Lailunggi di Karera, dikarenakan alur air telah memperlebar sungai, maka perbaikannya akan dilakukan pembangunan tambahan bentangan baru sepanjang 20 meter dari panjang jembatan awal 40 meter sehingga total panjang jembatan menjadi 60 meter yang penangananya dusulkan Kementrian PUPR dan penanganan secara darurat juga dilakukan untuk kelancaran akses transportasi.” katanya.***


     


    Sumber: Humas Pemprov NTT




    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2021 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.