• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Sabtu, 21 September 2019

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Kadisnak Siap Bertanggung Jawab Terhadap Proyek Pengembangan Ternak di NTT
    ALBERTO | Selasa, 18 Maret 2014 | 11:49 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Kadisnak
    Kadis Peternakan NTT, Thobias Uly

     
    Kupang, Flobamora.net - Kepala Dinas Peternakan Provinsi Nusa Tenggara Timur  (NTT), Thobias Uli mengatakan, pihaknya siap bertanggung jawab terhadap pelaksanaan proyek pengembangan ternak di daerah tersebut yang sat ini sedang dalam penyidikan jaksa.

    Dia menjelaskan, proyek tersebut merupakan bantuan pemerintah pusat yang dikucurkan untuk lima kabupaten yakni kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan (TTS) Timor Tengah Utara (TTU), Belu dan Kabupaten Ngada, berupa pembibitan sapi, pembuatan embung dan pakan ternak senilai Rp 150 miliar.

    "Proyek ini dikerjakan oleh pihak ketiga atau rekanan dan sampi 31 desember 2013 lalu realisasinya baru 70 persen," ujarnya di Kupang, Selasa (18/3).   .

    Sedangkan bantuan ternak sapi dan babi kepada MBR,tambahnya, tersebar di Kabupaten Alor, Flores Timur (Flotim), Belu, TTU dan Kabupaten Alor senilai Rp 140 miliar.

    Dana tersebut, tuturnya, sudah dikirim lamngsung ke kelompok masing-masing dan sudah dicairkan 100 persen melalui rekening kelompok.

    Sebelumnya, Kabid Penkum dan Humas Kejati NTT, Ridwan Angsar menuturkan, Kejaksaan Tinggi (Kejati) sedang membidik dugaan korupsi dana proyek pengembangan ternak di daerah tersebut tahun 2013 senilai Rp 290 miliar.

    "Jaksa sedang mengumpulkan bahan dan keterangan (pulbaket) untuk memastikan indikasi dugaan korupsi dalam proyek yang dibiayai pemerintah pusat dengan dana on top," kata Angsar.

    Menurutnya, data sementara yang diperoleh menyebutkan, prpyek tersebut menyebar di beberapa kabupaten. dari dana sebesar itu,untuk pengembangan ternak sapi sebesar Rp 150 miliar.

    Selain itu, sambungnya, bantuan ternak babi dan sapi untuk kelompok masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di daerah ini, untuk mendukung program swasembada daging tahun 2014.

    "Realisasi proyek ini menuai banyak pertanyaan, sehingga Kejati NTT terus melakukan Pulbaket untuk mencari tahu seberapa jauh pemanfaatan dana tersebut," ujarnya.***

     
    BERITA TERKAIT
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2019 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.