• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Jumat, 30 Oktober 2020

     
    Home   »  Pemilu
     
    Jaringan Peduli HAM Dorong Kepedulian Caleg Perempuan
    VICKY DA GOMEZ | Selasa, 18 Maret 2014 | 15:25 WIB            #PEMILU

    Jaringan
    Sr. Eustochia, SSpS, Koordinator TruK F

     

     
    Maumere, Flobamora.net - Jaringan Peduli Hak Azasi Manusia khusus untuk perempuan dan anak menggelar workshop perdagangan orang menggugat tanggung jawab negara, Selasa (18/3) di Maumere.

    Dalam workshop yang akan berlangsung hingga besok itu, komunitas ini mendorong calon legislatif (caleg) perempuan untuk ikut berpeduli terhadap masalah perempuan dan anak.
                
    Guna lebih menyentuh perjuangan konmunitas juga mengundang semua caleg perempuan dari partai politik peserta pemilu di Kabupaten Sikka. Hadir saat itu sebanyak 38 caleg perempuan dari sembilan parpol.

    Bersama Jaringan Peduli HAM khusus perempuan dan anak yang terdiri dari Tim Relawan untuk Kemanusiaan Flores (TruK-F) dan Caritas Jerman, para caleg perempuan kemudian menandatangani manifesto janji kebangsaan.
                
    Suster Eustochia selaku Koordinator TruK-F yang ditemui di sela-sela workshop mengatakan di negara ini ada begitu banyak persoalan yang melanda perempuan dan anak. Di antaranya itu, malah terlegitimasi dalam peraturan-peraturan daerah yang justeru diskriminatif dan menyudutkan perempuan dan anak.  
                
    “Dari peraturan-peraturan yang diskriminatif itu, orang lalau beranggapan bahwa perempuan menjadi penyebab jatuhnya moral bangsa ini. Nah ini kan sangat tidak baik,” ujarnya.     

    Karena itu, dengan segala persoalan yang ada, Jaringan Peduli HAM khusus perempuan dan anak mengundang para caleg perempuan agar mereka juga memperjuangkan terhapusnya diskriminasi-diskriminasi tersebut. Dia berharap, jika di antara para caleg perempuan ada yang lolos sebagai anggota DPRD Sikka, persoalan ini pun diperjuangkan lewat legislatif.
                
    Dia tidak memungkiri bahwa dua orang perempuan yang menjadi anggota DPRD Sikka Periode 2009-2014 sudah kerap berpeduli terhadap masalah perempuan dan anak. Tapi buat dia, apalah artinya dua orang itu jika harus berhadapan dengan 28 anggota lainnya.

    Suster Eustochia juga sadar,pihaknya tidak bisa menaruh harapan yang maksimal kepada caleg perempuan yang terpilih nanti. “Prinsipnya kami akan terus mendorong. Kalu nantinya mereka tidak berjuang, yah itu menjadi tanggung jawab mereka,” tuturnya.
                
    Manifesto Janji Kebangsaan yang ditandatangani para caleg perempuan ini berisikan enam poin penting. Keenam poin itu adalah pertama, memastikan pemenuhan hak-hak dasar dan kemerdekaan hakiki warga negara.

    Kedua, memastikan integritas sistem hukum nasional yang bersumber pada Pancasila dan UUD 1945; ketiga, meneguhkan demokrasi dan menata ulang desentralisasi; keempat, mengubah orientasi pembangunan ke arah pemenuhan hak hidup sejahtera lahir dan batin; kelima, menyegerakan pemenuhan hak atas keadilan; dan keenam, mencerdaskan kehidupan bangsa.**

     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.