• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Minggu, 22 September 2019

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Dua Warga Sikka Jadi Korban Trafficking di Bali
    VICKY DA GOMEZ | Rabu, 19 Maret 2014 | 14:14 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Dua
    Korban Trafficking (duduk) yang Diselematkan

     
    Maumere, Flonbamora.net - Sebanyak delapan remaja asal Nusa Tenggara Timur menjadi korban perdagangan orang atau human trafficking di Bali. Dua di antaranya berasal dari Kabupaten Sikka.
                
    Informasi ini disampaikan  Koordinator Tim Relawan untuk Kemanusiaan Flores (TruK-F) Suster Eustochia di Maumere, Rabu (19/3). Suster Eustochia mengaku kecewa dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sikka yang dianggapnya tidak peduli dengan dua remaja asal Kabupaten Sikka yang tertimpa kasus perdagangan orang di Bali.

    “Kita sudah koordinasi dan minta difasilitasi supaya bisa sama-sama berangkat ke Denpasar, tapi pemerintah beralasan tidak punya dana,” ujarnya.
                
    Data yang dihimpun Flobamora.net, kedelapan korban perdagangan orang itu adalah Agnes (15) dan Agustina Rianti (18) asal Maumere, Regina (20) asal Manggarai Timur, Olandina Ramos (20) dan Julieta (18) asal Belu, Rifka (20) asal Sumba Barat Daya, Andreas Feka (25) asal TTU, dan Felinda Asna (16) asal Labuan Bajo,
                
    Saat ini para korban perdagangan manusia ini sudah didampingi oleh Ikatan Keluarga Besar (IKB) Flobamora Bali. Sementara pendampingan hukum terhadap kasus ini telah dialihkan kepada Biro Advokasi Hukum dan Hak Azasi Manusia (BAHU HAM) Flobamora Bali. Sebelumnya pendampingan hukum dilakukan oleh Lembaga Bantuan Hukum (LBH) PETA.
                
    Kasus ini sudah dilaporkan LBH PETA ke Polresta Denpasar pada 6 Maret 2014. Terlapor pada kasus ini adalah WMH, pemilik pabrik Mangsi Kopi di Jalan  Kertanegara, Ubung Kaja, Denpasar. Pada Senin (17/3) lalu IKB Flobamora Bali mendatangi Mapolresta Denpasar untuk menanyakan perkembangan penanganan kasus ini.
                
    Kasus perdangangan orang ini terungkap setelah Andreas Feka,  Adalah Andreas Feka, pria asal Desa Oelneke, Kecamatan Musi, Kabupaten TTU mengajak Julieta dan Regina kabur dari tempat kerja mereka. Niat untuk kabur dilakukan karena selama lebih dari 1,5 tahun bekerja mereka tidak mendapatkan gaji, kecuali diberi makan dan penampungan. Setelah berhasil kabur mereka langsung mengadu ke LBH PETA.***

     
    BERITA TERKAIT
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2019 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.