• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Sabtu, 30 Mei 2020

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    PNS Tersangka Pencucian Uang Ditangkap
    ALBERTO | Jumat, 21 Maret 2014 | 13:03 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    PNS
    Tersangka Pencucian Uang

     
    Kupang, Flobamora.net  - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Nusa Tenggara Timur (NTT) menangkap seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS), Buyung Abdul Munaf Rosna yang disangkakan melakukan pencucian uang dan tindak pidana korupsi, Jumat dini hari.

    "Penangkapan kita lakukan di sebuah rumah di kawasan Kelurahan Oepura, jalan Fetor Foenay, Jumat sekitar pukul 00.30 Wita," kata Kepala Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur Mangihut Sinaga, melalui Kepala Seksi Humas dan Penerangan Hukum Ridwan Angsar, di gedung Kejati NTT, Jumat (21/3).

    Ridwan mengatakan, penangkapan itu dilakukan, setelah tersangka mendapatkan laporan warga, setempat, saat tersangka hendak mendatangi sebuah rumah, tempat penyimpanan kendaraannya.

    Menurutnya, penyergapan dilakukan tanpa perlawanan.Dalam penyergapan tersebut, sempat disita sejumlah barang bukti, berupa, sebuah mobil isuzu berwarna hitam, dengan nomor polisi DH 9047 AC yang berisi uang Rp300 juta, pecahan Rp100 ribu, dikemas dalam tiga bal ikatan, serta dua buah motor.

    Dia menjelaskan, tersangka Buyung yang adalah Kepala Unit Pengadaan Barang dan Jasa pada Politeknik Negeri Kupang itu, dikenakan pasal 12 huruf (i), undang-undang korupsi.

    "Modus operandi yang dilakukan tersangka, dengan mengerjakan sejumlah proyek, menggunakan bendera pihak lain. Tersangka ini PNS, namun kerja proyek dengan meminjam bendera pihak lain," katanya.
     
    Kuat dugaan, uang hasil kerja proyek tersebut, digunakan untuk membeli sejumlah kendaraan bermotor, roda dua maupun empat serta rumah dan pembuatan tempat kos-kosan.

    "Kita punya informasi lain, tersangka yang saat ini menduduki golongan III-d itu memiliki 12 mobil dan tujuh rumah serta unit kos-kosan. Kita segera lakukan penyitaan semua barang hasil pencucian uang tersebut," katanya.

    Dia mengatakan, tersangka Buyung, bekerja sebagai PNS sejak 2007 silam, dan sudah melakukan praktik pengerjaan proyek dan melakukan pencucian uang sejak 2010 hingga 2013 silam. "Kita akan terus melacak semua aset dan harta kekayaannya untuk disita," ujarnya. ***

     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.