• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Kamis, 04 Juni 2020

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Padma Indonesia Rencana Ajukan PK atas Kasus Herman Jumat Masan
    VICKY DA GOMEZ | Sabtu, 22 Maret 2014 | 09:15 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Padma
    Herman Jumat Masan

     
    Maumere, Flobamora.net - Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian (Padma) Indonesia yang berkedudukan di Jakarta berencana mengajukan peninjauan kembali (PK) atas putusan Mahkamah Agung (MA) yang menghukum mati mantan pastor Herman Jumat Masan. Lembaga ini akan mengkaji putusan MA, dan melakukan investigasi untuk mengajukan PK.
                
    Langkah awal yang ditempuh Padma Indonesia adalah mendatangi Maumere Kabupaten Sikka untuk melakukan investigasi. Pada Jumat (21/3) siang kemarin , setelah tiba di Bandara Frans Seda, Roy Rening dan Kornelis Kopong Saran, pengacara yang ditunjuk Padma Indonesia  berkesempatan menemui Herman di Rumah Tahanan (Rutan) Maumere. Salah satu pengacara lain yaitu Paskalis Pieter tidak ikut dalam aktifitas awal ini.
                
    Mendampingi tim adovokasi dari Padma Indonesia ini adalah Pascalis Ascara da Cunha,dan Siflan Angi. Ikut hadir juga Paulus Sabon Nama, salah seorang keluarga dari terpidana.
                
    Herman tampak segar dan sehat, menggunakan pakaian seragam tahanan. Dia menyambut gembira kedatangan tim advokasi dari Padma Indonesia. Pertemuan antara terpidana mati dan pengacara ini dilakukan di ruang besuk umum, berlangsung kurang lebih hampir 1 jam. Tidak ada pengawasan yang ketat dari pihak Rutan.
                
    Kepada Herman , Roy Rening menyampaikan maksud kedatangan Padma Indonesia. Pengacara kondang ini memberikan argumentasi-argumentasi hukum yang berprinsip menolak hukuman mati. Dia berharap Hermat Jumat Masan mau membantu langkah yang ilakukan Padma Indonesia dengan memberikan informasi, data, dan keterangan secara jujur.
                
    Roy Rening mengatakan sesungguhnya ada banyak hal yang dirasakan janggal dari putusan MA. Pihaknya sangat berkeberatan dengan tuduhan pembunuhan berencana yang dialamatkan kepada Hermat Jumat Masan.

    Dia menyebut dua alasan dalam mengajukan PK yaitu adanya nocum dan kekeliruan yang nyata dari hakim. “Kami berpendapat bahwa keputusan MA tidak memenuhi syarat hukum, alasannya bahwa pembuktiannya sangat diragukan, seharusnya tidak mendapat vonis maksimal,” terang Roy.(Baca Juga : Herman Pastikan Satu Barang Bukti Sengaja Dihilangkan)

    Dia menegaskan, peristiwa ini sudah terjadi 18 tahun  lalu, yang mana hanya dialami oleh dua orang saja yakni HJM dan Mery Grace.

    Dalam kasus ini, lanjutnya, tidak ada satu pun saksi yang melihat dan mengetahui peristiwa ini. Karena itu baginya, terlalu sumir dan sangat sederhana ketika mhakim berkesimpulan telah terjadi pembunuhan berencana. ***

     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.