• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Selasa, 30 November 2021

     
    Home   »  Pemilu
     
    Manuk Bantah Gelar Seminar yang Hadirkan Caleg
    ALBERTO | Kamis, 27 Maret 2014 | 14:13 WIB            #PEMILU

    Manuk
    Kadis Dikbud NTT, Sinun Petrus Manuk

     

     
    Kupang, Flobamora.net - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Sinun Petrus Manuk, membantah jika seminar yang menghadirkan Ruth Nina Kedang, salah satu celg DPR RI dari PDI Perjuangan diselenggarakan oleh pihaknya.

    "Seminar itu diselenggarakan oleh Yayasan Ruth Nina Kedang yang selama ini menaruh kepedulian di bidang pendidikan di NTT." kata Manuk saat dihubungi, Kamis (27/3).

    Menurutnya, dia sendiri juga diundang yayasan itu sebagai salah satu pembicara, termasuk Dirjen Pendidikan Menengah.bahkan, dalam satu aatau dua bulan pertama tidak ada program seminar seperti itu oleh Dinas Dibkud NTT.

    Sebelumnya diberitakan, Badan Pengawas Pemilu Nusa Tenggara Timur (NTT) memanggil Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat , untuk mejelaskan keterlibatan seorang calon anggota DPR RI sebagai pembicara dalam seminar bertajuk 'Peningkatan mutu guru melalui kurikulum 2013'.
             
    "Kami layangkan undangannya hari ini, dan mudah-mudahan yang bersangkutan bisa datang untuk menjelaskan soal rencana kegiatan seminar yang akan dilangsung pada 2 April 2014 mendatang ," kata Juru Bicara Bawaslu NTT, Jemris Fointuna.
             
    Dia mengatakan, Bawaslu melakukan pemanggilan kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propvinsi Nusa Tenggara Timur Sinun Petrus Manuk, karena ada laporan masyarakat, yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Rakyat (Ampera), terkait rencana kegiatan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT , yang akan menghadirkan seorang caleg DPR RI daerah pemilihan NTT-2, Ruth Nina Kedang, sebagai narasumber.
             
    Menurut Jemris, setiap laporan yang dilakukan oleh masyarakat atau kelompok masyarakat terhadap suatu indikasi pelanggaran pemilu, wajib bagi Bawaslu untuk menindaklanjutinya, dengan memanggil para pihak yang terlibat dalam kemungikinan pelanggaran tersebut.
             
    "Terhadap laporan yang disampaikan kelompok masyarakat yang tergabung dalam Ampera itu, akan segera ditindaklanjuti dengan meminta hadirnya Kepala Dinas PPendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur untuk menjelaskannya," katanya.

    Terkait terjadinya penolakan kehadiran Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dalam pemanggilan tersebut, Jemrsi mengatakan, akan tetap diproses dengan menghadirkan saksi pelapor dan pihak lainnya.
             
    Selain itu, lanjut dia, Bawaslu NTT melalui personel di level Panitia Pengawas Pemilu Kota Kupang akan hadir langsung dalam kegiatan, untuk melakukan pemantauan langsung. "Jika ternyata dalam kegiatan caleg yang jadi narasumber ternyata melakukan kampanye, maka akan langsung kita tindak," katanya.
             
    Jemris mengingatkan kepada semua caleg agar bisa santun dalam melaksanakan aksi kampanye, dan tetap menghormati sejumlah aturan yang ada, untuk tidak melibatkan pemerintah dalam pelaksanaan kampanye, mengunakan fasilitas negara.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2021 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.