• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Minggu, 22 September 2019

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Sensasi Uwi Lango di Tengah Kemasyuran Ubi Nuabosi
    ELSA | Sabtu, 29 Maret 2014 | 09:15 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Sensasi
    Uwi Lango

     
    Ende, Flobamora.net - Bertandang ke Kota Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), rasanya belum lengkap jika tidak mencicipi lezatnya Ubi Nuabosi. Begitu tersohornya jenis ubi yang satu ini, membuat kita tidak bosan menikmati rasa khas dengan keempukannya yang menggoda.

    Yah.. ubi ini sangat terkenal hingga ke beberapa daerah di Indonesia. Tak jarang orang rela membayar bagasi pesawat begitu mahal, hanya demi menyelamatkan Ubi Nuabosi.

    Ternyata, di tengah kegandrungan dan nama besar Ubi Nuabosi, muncul nama baru yang mulai diperhitungkan di belantara Kota Ende. Uwi Lango. Ach... apalagi ini ??

    Nama Uwi Lango masih asing di pendengaran kita. Bahkan sebagian masyarakat Kabupaten Ende pun berpikir seribu kali jika ditanya tentang jenis ubi ini. Usut punya usut, Uwi Lango memang belum banyak dikenal orang.Uwi Lango hanya dikenal masih sebatas wilayah Kecamatan Ndona Timur dan Wolowaru serta di kalangan warga Roga yang ada di kota Ende.

    Uwi Lango juga sebangsa singkong, sama dengan Ubi Nuabosi.Hanya keduanya berbeda tempat asal dan cita rasa. kalau habitat Ubi Nuabosi di Desa Nuabosi, kecamatan Ende, Uwi Lango ada di Desa Roga, Kecamatan Ndona Timur.

    ”Yang membedakan cita rasa Uwi Lango dan Ubi Nuabosi adalah tekstur dan struktur tanah. Entah kandungan mineral apa yang ada di Nuabosi dan Roga, orang tidak mempersoalkannya. Keunikannya ada pada keempukan, cita rasa dan kekenyalan yang tidak dimiliki oleh jenis singkong lainnya,” kata Agustina Righo, PPL Desa Roga, yang dijumpai di Ende, Kamis (27/3) siang.
     
    Menurut penuturannya, Uwi Lango biasanya dikukus dalam waktu sekitar 15 menit. Nampak putih bersih.Empuk dengan tingkat kekenyalan yang berbeda. Bila dilihat sepintas, Uwi Lango biasa-biasa saja seperti singkong lainnya.Namun bila dimakan, kita akan mendapatkan suatu sensasi rasa yang berbeda.

    Singkong ini dapat tumbuh dengan baik pada daerah dengan kelembaban yang cukup, sekitar 500-700 m dari permukaan laut dengan tanah yang bercampur pasir. Dan hanya bisa menghasilkan cita rasa beda jika ditanam di daerah Roga.

    “Ada banyak orang yang membawa steknya ke Ende atau Kupang.Seperti tumbuhan lainnya, bisa hidup dengan umbi yg bagus.Namun cita rasanya sudah berbeda. Tidak sama lagi dengan yang ditanam di daerah Roga,” Jelasnya.
     
    Tentang usia produktif Uwi Lango, kata Agustina, biasanya satu tahun baru dipanen. Dalam usia setahun itu, sepohon Uwi Lango  bisa memiliki 3-4 umbi yang besar dengan panjang rata-rata 35 cm dan berat 4-5 Kg.

    Kulit umbinya sendiri kelihatan putih, berbeda dengan warna kulit singkong lainnya. Di Desa Roga, penyebaran Uwi Lango merata dan setiap petani sudah pasti memiliki kebun/lahan yang sebagiannya ditanami dengan Uwi Lango.

    “Memang banyak orang ingin mendapatkan Uwi Lango secara terus-menerus di pasar.Namun mengingat jarak tempuh dari Ende ke Roga terbilang cukup jauh dengan kondisi jalan yang kurang bagus, petani enggan secara rutin membawanya ke pasar.Satu-satunya pasar tempat mereka menjual Uwi lango adalah Pasar Wolowona, itupun seminggu sekali, pada Hari Jumat," ujarnya.

    Kata dia, masalah transportasi menjadi kendala pemasaran Uwi Lango. Jika kondisi jalan ke Desa Roga diperhatikan pemerintah, petani di Roga bisa secara rutin menjual Uwi Lango ke Ende. Harganyapun tidak terlalu mahal. Rata-rata sekeranjang sedang dijual sekitar Rp 15.000.
     
    Agustina yakin, ke depannya Uwi Lango bisa merebut pasar Kota Ende dan bersaing dengan Ubi Nuabosi. Bahkan, Uwi Lango yang sudah hidup turun temurun di Desa Roga , terus dipertahankan dan ditingkatkan luas areal penanamannya.

    Salah seorang warga Roga yang berdomisili di bilangan PuUpire, Ende, Benediktus Radja ketika dihubungi Flobamora.net terkait Uwi Lango, dengan bangga menjelaskan tentang keberadaan ubi ini. Uwi Lango memang tidak ada duanya.

    Menurutnya, selama ini banyak orang hanya mengenal Ubi Nuabosi. Jarang ada yang coba mencicipi atau menikmati lezatnya Uwi Lango."Sekali mencoba, pasti cari lagi,” tutur Beny.

    Ternyata, cita rasa Uwi Lango juga sudah masuk salah satu berbintang di Ende. Jumadin, salah seorang staf hotel itu mengatakan, dia sudah bicara dengan manajemen hotel agar setiap snack yang disiapkan untuk tamu harus ada sisipan Uwi Lango dan itu sudah dicoba beberapa kali. Para tamu suka dengan keempukannya.

    Flobamora.net pun penasaran dan ingin tahu, apakah ubi yang satu ini juga ada di pasaran seperti jenis ubi lainnya. Memenuhi keinginan itu, Flobamora,net menyusuri  Pasar Mbongawani. Oh, ternyata Uwi Lango juga dijual, namun dalam jumlah yang sangat terbatas.

    Karim yang kesehariannya berjualan Ubi Nuabosi mengatakan, sejak Bulan Agustus yang lalu sampai sekarang, dalam sehari pasti ada satu atau dua orang yag datang mencari Uwi Lango, yang dikenal di pasar dengan sebutan Ubi Roga. Tetapi stoknya sangat terbatas sehingga mereka tidak mendapatkannya.

    “Saya tau Ubi Roga sudah lama dan sudah coba memakannya.Ternyata memang beda.Ubi Nuabosi punya rasa beda.Ubi Lango lebih beda lagi dan kenyal-kenyal empuk,” tukas Karim sembari menunjukan jempolnya.

    Itulah sekelimut kisah tentang Uwi Lango atau Ubi Roga. Kata Orang Roga, sekali mencoba Uwi Lango... selanjutnya terserah Anda...!!!***

     

     
      TAG:
    • khas
    •   
    •   
    •   
    BERITA TERKAIT
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2019 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.