• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Jumat, 30 Oktober 2020

     
    Home   »  Pemilu
     
    Legislator Pemain Proyek, Rusak Daerah Ini
    VICKY DA GOMEZ | Kamis, 03 April 2014 | 11:34 WIB            #PEMILU

    Legislator
    Simon Weking

     

     
    Maumere, Flobamora.net - Legislator menjadi pemain proyek adalah fakta yang tidak terbantahkan di negeri ini. Banyak sudah anggota DPR RI yang terantuk kasus korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) akibat terlibat main proyek.

    Lalu bagaimana di Kabupaten Sikka? Tidak tertutup kemungkinan Pemilu Legisltif 9 April 2014 mendatang menghasilkan legislator seperti itu. Daerah ini akan menjadi rusak jika legislatornya berbakat pemain proyek.
                
    Pikiran ini mengemuka dalam diskusi terbatas yang digelar GMNI Cabang Sikka di Sekretariat GMNI, Rabu (2/4). Diskusi terbatas dengan tema Pemilu 2014 dalam Konteks Membangun Demokrasi yang Berkualitas, menghadirkan pembicara tunggal Simon Patty Weking, Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Nusa Nipa (Unipa) Maumere.

    Hadir dalam diskusi terbatas ini sejumlah aktifis mahasiswa, antara lain dari GMNI Sikka, PMKRI Maumere, BEM Unipa, dan sejumlah pemerhati politik lainnya. Bertindak selaku moderator adalah Ketua GMNI Sikka Herimanto.
                
    Simon menegaskan, legislator memiliki tiga hak yakni hak anggaran, hak legislasi, dan hak kontrol. Dalam pengamatannya, hak- hak wakil rakyat kini mulai bergeser, dan sudah masuk ke ranah teknis yang menjadi tugas dan kewajiban eksekutif. Yang menyedihkan adalah wakil rakyat mulai mengurusi
    proyek bukan untuk kepentingan masyarakat, tapi untuk kepentingan pribadi dan kelompok.
                
    Dia berpendapat sah-sah saja wakil rakyat terlibat dalam kepentingan proyek. Tapi sejatinya, seorang wakil rakyat harus mengikuti sejak awal seluruh mekanisme dan proses, dari tahap perencanaan sampai ke pemanfaatan. Dan yang paling terpenting, bahwa keterlibatan itu dengan tidak melakukan intervensi tugas pemerintah, apalagi mencampuri keputusan-keputusan teknis sampai kepada penetapan pemenang.    
                
    “Kalau wakil rakyat sudah melakukan negosiasi proyek, wah rumit ini. Daerah ini akan rusak,” tegas alumnus SMPK Frater Maumere itu.
                
    Karena itu dia mengecam sikap calon-calon wakil rakyat yang berjanji akan membangun jalan, rumah sakit, atau fasilitas umum lainnya, jika terpilih menjadi wakil rakyat. Dia menegaskan bahwa membangun sarana dan fasilitas publik adalah tugas-tugas pemerintah. Karena itu, baginya, janji-janji politik seperti itu adalah semata bualan politik yang menyesatkan.
                
    Marselinus Minggus, aktifis PMKRI Cabang Maumere, mengatakan belakangan ini dalam sosialisasi calon wakil rakyat ke masyarakat untuk mencari dukungan dan simpati, terdapat banyak yang salah kaprah. Salah kaprah itu antara lain di mana calon legislatif memaparkan program kerja dan visi misi.
                
    “Pikiran saya, DPRD itu tidak punya program kerja dan visi misi. Yang punya itu hanya partai politik saja. DPRD sudah terpaku dengan hak anggaran, hak legislasi, dan kontrol. Jadi saya rasa aneh dan lucu jika ada yang menyampaikan proigram kerjanya di DPRD,” sindir Marselinus.
                
    Dialog terbatas ini menghasilkan kesimpulan bahwa masyarakat Kabupaten Sikka harus benar-benar menjadi pemilih raasional yang cerdas dan kritis. Dengan itu dapat menghasilkan legislator yang berkualitas, dan sanggup mewakili kepentingan masyarakat.***

     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.