• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Rabu, 28 Oktober 2020

     
    Home   »  Gaya Hidup
     
    Risiko Stroke Bisa Timbul dari Insomnia
    ANA DEA | Jumat, 04 April 2014 | 11:44 WIB            #GAYA HIDUP

    Risiko
    Ilustrasi

     

     

    Flobamora.net - Orang yang mengalami insomnia pasti akan merasakan lelah dan sulit berkonsentrasi keesokan harinya. Namun ternyata dampak insomnia mungkin bisa lebih buruk dari itu. Seperti yang diungkap dalam sebuah studi baru, insomnia meningkatkan risiko stroke, khususnya pada orang dewasa muda.

     

    Dalam empat tahun periode studi, para peneliti menemukan insomnia meningkatkan kecenderungan seseorang dirawat di rumah sakit karena stroke. Mereka mencatat, peningkatan risiko tersebut mencapai 54 persen. Risiko stroke pada orang berusia 18-34 tahun yang insomnia delapan kali lebih tinggi daripada rekan mereka yang mendapatkan tidur yang baik.

     

    Dementricus Lopes, direktur Interventional Cerebrovascular Center di Rush University di Chicago dan juru bicara American Heart Association menuturkan, perhatian peneliti awalnya pada tekanan darah tinggi, obesitas, dan kolesterol yang merupakan faktor risiko dari stroke. "Namun ternyata kekurangan tidur juga dapat membahayakan, terlebih pada usia muda," katanya.

     

    Studi yang dimuat dalam jurnal Stroke tersebut membandingkan secara acak riwayat kesehatan pada lebih dari 21.000 orang dengan insomnia dan 64.000 orang tanpa insomnia di Taiwan. Semua peserta tidak ada yang didiagnosis dengan stroke atau sleep apnea sebelumnya.

     

    Setelah diikuti selama empat tahun, 583 orang dengan insomnia dan 962 orang tanpa insomnia tercatat dirawat di rumah sakit karena stroke. Analisis peneliti menunjukkan, setelah dimasukan faktor risiko lain, orang dengan insomnia mengalami peningkatan risiko stroke dibandingkan dengan orang dengan kualitas tidur yang baik.

     

    Peneliti studi tersebut, Ya-Wen Hsu dari Chia Nan University, mengatakan, tingkat insomnia seseorang juga mempengaruhi peningkatan risiko stroke. Artinya, semakin sering seseorang mengalami insomnia, semakin tinggi pula peningkatan risiko stroke yang dihadapinya.

     

    "Kedua kategori itu memiliki risiko stroke yang lebih besar daripada orang yang insomnianya telah diterapi," ujarnya.

     

    Orang dengan insomnia juga cenderung memiliki faktor risiko stroke lainnya, termasuk diabetes, tekanan darah tinggi, dan kolesterol tinggi. Meskipun demikian, studi tidak menunjukkan hubungan sebab-akibat antara insomnia dan stroke.


     


    Sumber: www.healthday.com
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.