• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Selasa, 22 Oktober 2019

     

     
    Home   »  Pemilu
     
    Survei: Isu Capres Boneka Tak Berhasil Jatuhkan Jokowi
    ANA DEA | Jumat, 04 April 2014 | 11:58 WIB            #PEMILU

    Survei:
    Bakal calon presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Joko Widodo, melakukan orasi pada kampanye terbuka di Lapangan Sukun, Malang, Jawa Timur, Minggu (30/3/2014). KOMPAS IMAGES/VITALIS YOGI TRISNA

     

    Jakarta - Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanudin Muhtadi menilai isu "calon presiden boneka" tidak berhasil mengurangi dukungan publik pada bakal capres dari PDI Perjuangan Joko Widodo (Jokowi). Penilaian itu merujuk pada survei yang dilakukan pada medio Februari-Maret 2014.

     

    Burhanudin menjelaskan, sebanyak 82 persen responden survei menyatakan, penetapan Jokowi sebagai bakal capres oleh Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri merupakan keputusan politik yang biasa terjadi. Penetapan itu juga dipercaya tak ada kaitannya dengan isu bahwa Jokowi akan mudah dipengaruhi oleh Megawati jika terpilih menjadi presiden nanti.

     

    "Penetapan Jokowi dianggap hal yang biasa. Jadi, kalau mau menggoreng isu capres boneka, itu tidak berhasil menjatuhkan Jokowi," kata Burhanudin saat memaparkan hasil survei di Jakarta, Jumat (4/4/2014).

     

    Dari seluruh responden, kata Burhanudin, hanya 15 persen yang menyatakan bahwa Jokowi akan menjadi pemimpin boneka yang mudah dikendalikan. Sementara responden sisanya tidak memberikan jawaban.

     

    Indikator Politik memasukkan isu capres boneka ke dalam survei karena isu itu sempat menyedot perhatian publik. Sejumlah elite partai lain menilai Jokowi hanya boneka Megawati. Penilaian tersebut dibantah oleh PDI-P. Penetapan Jokowi sebagai bakal capres disebut telah melalui proses panjang dan mempertimbangkan tingginya dorongan publik.

     

    Survei ini dilakukan dengan jumlah sampel sebanyak 1.220 orang yang tersebar di berbagai wilayah dan telah memiliki hak memilih dalam pemilu. Metodologi survei dilakukan melalui wawancara tatap muka dengan margin of error 2,9 persen dan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen.

     

    Quality control pada hasil survei dilakukan secara random pada 20 persen responden. Indikator Politik mengaku melakukan survei bekerja sama dengan salah satu media nasional yang menjadi penyokong dananya. Jumlah dana yang digelontorkan untuk survei ini tidak disebutkan.


     

    URL SUMBER
    BERITA TERKAIT
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2019 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.