• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 26 Agustus 2019

     

     
    Home   »  Nasional
     
    Didesak Mundur, Jokowi Bilang, `Itu Urusan Guaaaaa!`
    ANA DEA | Senin, 07 April 2014 | 19:35 WIB            #NASIONAL

    Didesak
    Calon presiden yang juga Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo atau Jokowi berkunjung ke Pasar Yotefa, Abepura, Papua, 5 April 2014. Selain berkunjung ke pasar, Jokowi juga menjadi juru kampanye di lapangan Papua Trade Center (PTC), Jayapura. KOMPAS IMAGES / RODERICK ADRIAN MOZES

     
    JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menanggapi permintaan Fraksi Partai Gerindra DPRD DKI kepadanya untuk segera mundur dari jabatan gubernur.

    Menurut Jokowi, keputusan mundur atau tidak merupakan haknya.  "Itu hak saya. Saya mau mundur, mau berhenti, mau non aktif, (Gerindra) enggak usah ikut-ikutanlah," kata Jokowi, di Balaikota Jakarta, Senin (7/4/2014).

    Menurut Jokowi, dia belum terpikir untuk mundur dari jabatannya sebagai gubernur. Sebab, di dalam Pasal 7 Undang Undang Nomor 42 Tahun 2008 tentang pemilu Presiden dan Wakil Presiden, Jokowi sebagai pejabat tinggi negara tidak perlu mengundurkan diri dari jabatannya.

    Berbeda dengan pejabat negara lainnya seperti menteri, Ketua Mahkamah Agung, Ketua Mahkamah Konstitusi, pimpinan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Panglima TNI, Kapolri, dan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yang harus mengundurkan diri.

    Jokowi menjelaskan, untuk menjadi calon presiden, ia hanya perlu memohon izin Presiden. Surat permohonan izin tersebut sebagai salah satu dokumen persyaratan seseorang maju menjadi calon presiden.

    Di sisi lain, ia mengaku tidak mengetahui adanya kontrak politik antara Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) dengan Partai Gerindra terkait calon presiden.

    Saat dikejar dengan pertanyaan terkait desakan mundur dari Partai Gerindra, dia kembali menegaskan bahwa semua keputusan adalah hak dan urusannya. Desakan dari Gerindra itu juga tidak mempengaruhi hubungannya dengan Wakil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama yang merupakan kader Partai Gerindra.

    Ia pun baru akan membicarakan terkait "serah jabatan" gubernur kepada Basuki, jika saatnya sudah tiba. Yakni saat Jokowi telah terpilih menjadi Presiden pada Pilpres 2014.

    Para pewarta tampaknya kembali tergelitik untuk menyinggung desakan mundur oleh fraksi Gerindra. Orang nomor satu di ibu kota itu menunjukkan muka kesal dan menjawab, "Itu urusan guaaaaaaaa," kata Jokowi.

     

    URL SUMBER
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2019 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.