• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 16 September 2019

     

     
    Home   »  Nasional
     
    Pilih yang Jujur, Ajakan KPK untuk Memilih Caleg
    ANA DEA | Selasa, 08 April 2014 | 14:37 WIB            #NASIONAL

    Pilih
    Baliho putih raksasa bertuliskan "Pilih yang Jujur" dipasang di samping Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Rabu (8/4/2014). Spanduk tersebut merupakan salah satu bentuk kampanye yang dilancarkan KPK untuk mengimbau masyarakat agar memilih calon legislatif yang jujur dalam Pemilu Legislatif 9 April

     

    Jakarta - Baliho putih bertuliskan "Pilih yang Jujur" dipasang di samping Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Rabu (8/4/2014). Baliho raksasa yang terbuat dari kain merupakan salah satu bentuk kampanye yang dilancarkan KPK untuk mengimbau masyarakat agar memilih calon legislatif yang jujur dalam Pemilu Legislatif 9 April 2014.

     

    "Banner raksasa ukurannya 22x22 meter yang akan menutupi satu sisi KPK ini dimaksudkan untuk menyosialisasikan sebuah gerakan kepada masyarakat umum bahwa pemilu besok tanggal 9 April gunakan hak pilih, tapi pilihlah calon-calon yang jujur yang pro terhadap pemberantasan korupsi," kata Juru Bicara KPK Johan Budi di Jakarta, Rabu (8/4/2014).

     

    Baliho tersebut dipasang menutupi dinding samping Gedung KPK oleh sejumlah pemanjat dari Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI). Organisasi panjat tebing ini pernah diketuai mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Akil Mochtar, yang kini berstatus tersangka KPK.

     

    Menurut Johan, pemasangan banner itu merupakan puncak sosialisasi yang dilakukan KPK terkait dengan Pemilu 2014. Selain pemasangan baliho raksasa, KPK telah melakukan bentuk kampanye lain bertema "Pilih yang Jujur" di daerah-daerah, termasuk dengan menyebarkan surat untuk keluarga Indonesia. Dalam surat terbuka yang ditandatangani pimpinan itu, KPK meminta masyarakat memilih caleg yang jujur dan menolak pemberian hadiah dari caleg, kecuali atribut kampanye.

     

    "Masyarakat silakan melihat sejauh mana track record mereka, terutama incumbent (petahana) yang selama ini melakukan tugas selaku wakil rakyat," ucapnya.

     

    Mengenai tagline pilih yang jujur, Johan mengatakan bahwa KPK memilih kalimat itu sebagai tagline kampanye karena kejujuran merupakan awal pemberantasan tindak pidana korupsi. "Karena pemberantasan korupsi itu keberhasilannya dimulai dari yang jujur," ujar Johan.


     

    URL SUMBER
    BERITA TERKAIT
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2019 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.