• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Rabu, 30 September 2020

     
    Home   »  Gaya Hidup
     
    Bahaya Kurang Makan Garam
    ANA DEA | Kamis, 10 April 2014 | 11:09 WIB            #GAYA HIDUP

    Bahaya
    Garam

     

     

    Flobamora.net - Bahaya konsumsi garam (sodium) terlalu banyak mungkin sudah sering Anda dengar. Namun mengonsumsi garam terlalu sedikit pun ternyata memiliki risiko yang hampir sama dengan terlalu banyak makan garam. Demikian yang diungkap oleh hasil meta-analisa baru yang dipublikasi dalam American Journal of Hypertension.

     

    Para peneliti melakukan analisis terhadap 25 studi yang melibatkan 275.000 peserta. Diketahui, 90 persen populasi di dunia rata-rata mengonsumsi garam antara 2.645-2.945 miligram. Peserta kemudian dikelompokan menjadi pengonsumsi garam berlebih, sedang-sedang, dan kurang yang didasari oleh kisaran tersebut.

     

    Analisis yang dilakukan peneliti menunjukkan hasil yang mengejutkan. Mereka menulis, dibandingkan dengan yang mengonsumsi garam dalam kadar yang sedang-sedang, orang yang mengonsumsi terlalu sedikit atau pun terlalu banyak garam mengalami peningkatan risiko kematian dan penyakit kardiovaskular.

     

    Peneliti studi Niel Graudal, konsultan senior dari departemen penyakit dalam, infeksi, dan reumatologi di Copenhagen University di Denmark, mengatakan, artinya orang dengan tekanan darah normal atau mereka yang tidak berisiko tinggi seharusnya tidak perlu terlalu khawatir dengan konsumsi garam mereka.

     

    "Jika memiliki tekanan darah normal dan makan sewajarnya, seharusnya tidak perlu mengurangi konsumsi garam," ungkapnya.

     

    Kendati demikian, tidak semua pakar sepakat dengan hasil analisis tersebut. Paul K Whelton, profesor kesehatan masyarakat global di Tulane University of Public Health and Tropical Medicine mengatakan, analisis tersebut memiliki batasan. Misalnya, pengukuran konsumsi garam dalam studi merupakan hasil dari survei, bukan pengukuran langsung, sehingga kurang bisa dipercaya.

     

    Selain itu, ada kondisi kesehatan tertentu yang mengharuskan seseorang untuk mengubah pola makannya. Ini berlawanan dengan timbulnya penyakit tertentu yang disebabkan oleh pola makan.

     

    Ia menekankan pada pentingnya membatasi konsumsi garam. Pusat Pengelolaan dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) menyarankan, konsumsi garam perlu kurang dari 2.300 miligram sehari bagi orang di bawah 50 tahun. Sementara itu American Heart Association menyarankan konsumsinya kurang dari 1.500 miligram per hari.


     


    Sumber: www.womenshealthmag.com
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.