• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Kamis, 03 Desember 2020

     
    Home   »  Nasional
     
    Jokowi Mulai Atur Jadwal Bertemu Prabowo dan Parpol Lain
    ANA DEA | Kamis, 10 April 2014 | 21:05 WIB            #NASIONAL

    Jokowi
    Bakal calon presiden dari PDI Perjuangan Joko Widodo (kiri) dan bakal calon presiden dari Partai Golkar Aburizal Bakrie bertemu di salah satu acara televisi nasional, Rabu (9/4/2014). KOMPAS.com/FABIAN JANUARIUS KUWADO

     

     

    JAKARTA - Bakal calon presiden dari PDI Perjuangan, Joko Widodo, tengah menyusun jadwal pertemuan dengan sejumlah partai politik guna penjajakan kerja sama politik, termasuk bertemu Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

     

    "Sebentar lagi mau bikin jadwal. Kalau enggak besok, ya besok lagi, atau besoknya lagi," ujar Jokowi di luar pagar Balaikota Jakarta, Kamis (10/4/2014) sore.

     

    Mantan Wali Kota Surakarta tersebut mengatakan, penjajakan kerja sama politik dengan partai lain harus segera dilaksanakan. Pasalnya, jarak waktu dari pemilu legislatif hingga ke pemilu presiden sangat dekat, yakni sekitar tiga bulan.

     

    Jokowi mengatakan, yang paling penting kerja sama politik tersebut tidak berujung pada bagi-bagi kursi menteri. Menurut dia, bagi-bagi kursi menteri setelah pemilu antara pemenang dan parpol koalisi hanya terjadi pada pemerintahan sebelum-sebelumnya.

     

    "Merangkul semakin banyak partai semakin baik, tapi dengan catatan, jangan sampai jadinya hitung-hitungan kursi menteri dan lain-lain," ujarnya.

     

    Berdasarkan hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei dan media, PDI-P memperoleh suara sah nasional di bawah 20 persen. Artinya, partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu tidak dapat mengajukan capres sendiri dan harus berkoalisi dengan parpol lain.



    Menurut Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2008 tentang Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, syarat mengajukan pasangan capres-cawapres adalah 20 persen kursi di parlemen atau 25 persen suara sah nasional.


     


    Sumber: Kompas.com
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.