• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Kamis, 16 Juli 2020

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Kondisi Lingkungan Hidup di NTT Alami Degradasi
    ALBERT R. | Selasa, 17 Desember 2013 | 20:03 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Kondisi
    Direktur Eksekutif Walhi NTT, Heribertus Naif

     

     
    Kupang,Flobamora.net - Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Daerah
    Nusa Tenggara Timur (NTT), Heribertus Naif mengatakan selama beberapa dekade terakhir ini,
    kondisi lingkungan hidup dan sumber daya alam (SDA) di daerah itu telah mengalami degradasi,
    yaitu penurunan baik secara kuantitas maupun kualitas.

    "Kerusakan yang terjadi disebabkan oleh ulah manusia yang tidak bertanggungjawab terhadap kelestarian lingkungan hidup yang dengan sengaja mengeksploitasi sumber daya alam secara
    semena-mena," kata Naif kepada wartawan di Kupang, Selasa (17/12).

    Menurutnya, ancaman terhadap degradasi lingkungan hidup semakin meningkat sebagai akibat dari
    penduduk yang terus bertambah. Guna menekan degradasi lingkungan itu, perlu dibangun dan
    ditumbuhkan kesadaran dan kepedulian semua elemen masyarakat agar dapat berperan serta dalam
    penanggulangan masalah tersebut sesuai dengan kapasitas dan kemampuan masing-masing.

    Dia menuturkan, kerusakan lingkungan hidup menimbulkan dampak berupa kerugian multidimensi
    yang sangat besar, seperti kemiskinan lahan (melalui erosi pengikisan lapisan humus), sumber
    air yang menipis sebagai akibat siklus air yang terganggu, kehilangan habitat alami, dan
    perubahan pola iklim baik setempat (iklim mikro) maupun iklim global (iklim makro).

    Dia mencontohkan, dalam kurun waktu lima tahun terakhir, sejak adanya tambang mangan di Pulau
    Timor, dampak buruk tambang sudah sangat dirasakan masyarakat di daerah tersebut.

    Kata dia, tanpa upaya yang serius untuk menanggulangi sejumlah dampak negatif tersebut,
    bencana alam tinggal menunggu waktu saja.

    "Bencana alam dan lingkungan akan terjadi secara dahsyat dan akan berjalan secara akseleratif
    atau berlipat ganda semakin cepat. Ke depan bila semua pihak tidak berupaya untuk
    menanggulangi atau kondisi degradasi lingkungan hidup tersebut," ujarnya.*** (Risky)


     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.