• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Sabtu, 30 Mei 2020

     

     
    Home   »  Internasional
     
    Tim Gabungan Masih Lakukan Pencarian Wisatawan Thailand
    ALBERTO/ RISKY R | Jumat, 18 April 2014 | 10:22 WIB            #INTERNASIONAL

    Tim
    Ilustrasi

     
    Kupang, Flobamora.net - Tim gabungan terdiri dari Pos SAR Labuan Bajo, Pos TNI AL, KPPP laut, Sahbandar setempat dan  PT Grand Komodo, hari ini melakukan pencarian hari kedua terhadap wisatan asal Thailand  yang tenggelam di perairan Gililawa Laut, Kecamatan Komodo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis kemarin.

    Kepala Badan SAR Kupang, Gede Ardana, yang dihubungi, Jumat (18/4) mengatakan, pihaknya sejak kemarin bersama Tim Gabungan melakukan pencarian tetapi tetap nihil atau belum membuahkan hasil.

    "Hari ini Tim Gabungan kembali turun dan melakukan pencarian dengan lokasi yang diperluas dari lokasi pencarian sebelumnya yakni ke arah barat," katanya.

    Menurutnya, Tim Gabungan mengerahkan enam buah speed boat untuk melakukan pencarian dan diharapkan bisa membuahkan hasil atau menemukan korban yang dikabarkan tenggelam sekitar pukul 14.30 Wita kemarin.

    Sebagaimana diberitakan sebelumnya, seorang wisataan asal Thailand, Thapana Thiracharcenpanaya, Kamis (17/4) siang, dikabarkan tenggelam dan hilang, akibat terseret arus deras saat melakukan penyelaman atau diving di perairan Gililawa Laut, Kecamatan Komodo, Nusa Tenggara Timur (NTT).
     
    Agen PT Grand Komodo, Ketut Suatika dari Labuan Bajo mengabarkan, peristiwa naas itu terjadi sekitar pukul 11.00 Wita, saat korban bersama rekan-rekannya melakukan diving di perairan Gililawa Laut. Namun setelah selesai menyelam korban belum muncul.

    Menurutnya, korban datang ke Labuan Bajo pada Senin 14 April 2014 sekitar pukul 14.00 wita mengunakan Kapal Komodo Plus milik PT. Grand Komodo dengan Nahkoda Samsudin asal Sape, Kecamatan Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama tujuh orang ABK.

    Bersama korban ada empat wisatawan lain dari Jerman yakni Mathias Baier, Ralf Banzaf dan Geoerg Kmett serta Alex Brenneisten asal Swiss.

    "Korban diperkirakan hilang  terseret arus pada saat melakukan diving. Selain itu, korban sebetulnya punya pengalaman menyelam lebih dari 100 kali menyelam dan menyandang predikat Dive Master," katanya.***

     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.