• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Jumat, 03 April 2020

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Tragedi Larantuka, Pertama Kali dalam Sejarah Semana Santa
    ALBERTO | Sabtu, 19 April 2014 | 14:54 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Tragedi
    Kapal Nelyan Menyelamatkan beberapa korban Kapal yang Tenggelam di Larantuka (Foto : Antara)

     
    Kupang, Flobamora.net - Pewaris Raja Kedua Kerajaan Larantuka, Don Emanuel Patigolo DVG, menyampaikan duka cita yang mendalam kepada semua keluarga terkena musibah tenggelamnya kapal nelayan yang mengangkut peziarah prosesi laut Jumat Agung kemarin.

    "Kecelakaan tersebut baru terjadi sekali dalam sejarah Semana Santa sejak 500 tahun silam. Tidak ada kejadian yang memakan korban seperti kali ini,” katanya melalui pesan singkat dari Larantuka, Sabtu (19/4).

    Menurutnya, kejadian itu merupakan teguran dari leluhur Kakang Pulo, Pou Suku Lema, Koten, Kelen, Hurit Maran, yang dikenal saat ini adalah Lamaholot. Sebab situs adat atau tempat adat budaya yang tidak dirawat dengan baik. Hampir semua situs adat dibiarkan rusak termakan usia.  

    “Tanda-tanda itu sangat dirasakan, seperti meninggalnya tujuh orang saudara kita. Saat ziarah semalam sempat ribut karena dahan pohon patah, sehingga mengganggu konsentrasi para peziarah,” ujarnya.

    Dia menjelaskan, pada Samana Santa kali ini, Raja Larantuka, membuka diri untuk masyarakat luas untuk melihat secara dekat peninggalan Kerajaan Larantuka. Hal itu dilakukan sehingga masyarakat Lamaholot dan masyarakat luas dapat mengetahui makna serta arti peninggalan kerajaan Larantuka saat berkuasa di daerah ini.

    Dia berharap, kedepan pemerintah harus lebih proaktif dalam pengawasan fasilitas transportasi. Kapal-kapal yang mengangkut peziarah harus dilengkapi peralatan yang memadai misalnya pelampung dan ABK harus memiliki SIM berlayar.

    "Pengaturan peziarah ke depan harus lebih terarah sehingga tidak terjadi masalah yang seperti dialami saat ini,” tambahnya.

    Dia berencana, dalam waktu dekat akan mengundang Pou Suku Lema, Kakang Lewo Pulo,Koten, Kelen, Hurin Maran untuk membahas berbagai persoalan kemasyarakatan terutama dengan tidak terawatnya semua situs peningggalan leluhur.***

     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.