• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Rabu, 21 Agustus 2019

     

     
    Home   »  Internasional
     
    Kisah Pilu di Balik Bokong Indah Perempuan Venezuela
    ANA DEA | Senin, 21 April 2014 | 13:50 WIB            #INTERNASIONAL

    Kisah
    Ilustrasi

     
    Flobamora.net - Di Venezuela, keinginan untuk memiliki bokong yang besar membuat sebagian perempuan menjalani operasi suntik yang ilegal dengan risiko kesehatan yang tinggi.

    Dengan mata yang berkaca-kaca, Denny, perempuan berusia 35 tahun dari Venezuela, mengingat bagaimana perasaannya ketika bangun pada pagi hari dan menemukan bahwa ada benjolan di punggung bagian bawah.

    Saat itu, dia tidak bisa duduk atau berjongkok, dan sakitnya terasa amat sangat. Bahkan sebelum dia menemui dokter, Denny, yang bekerja sebagai pengacara, tahu bahwa benjolan itu adalah efek samping silikon cair yang disuntikkan pada bokongnya. Silikon cair itu pindah ke punggungnya dan menekan tulang.

    "Itu sangat mengejutkan, saya tidak bisa berjalan. Begitulah bagaimana penderitaan saya dimulai," katanya.

    Suntik bokong merupakan satu dari sekian banyak prosedur kosmetik yang dijalani perempuan Venezuela untuk mencapai penampilan yang dianggap cantik.

    Praktik ini dilarang oleh pemerintah pada 2012, enam tahun setelah Denny melakukannya. Namun, dalam kenyataannya, sekitar 30 persen perempuan berusia 18-50 masih menjalani suntik ini, demikian menurut Asosiasi Operasi Plastik Venezuela.

    Suntik bokong ini menggunakan silikon biopolimer yang lebih murah dari implan. Namun, cairan ini disuntikkan secara bebas ke dalam tubuh sehingga membuatnya lebih berbahaya daripada implan.

    Daniel Slobodianik, dokter bedah operasi plastik, mengatakan bahwa pasien bisa menderita reaksi alergi dan kelelahan kronis.

    Jika cairan berpindah ke area lain dari tubuh, seperti kasus Danny, silikon dapat menyebabkan nyeri sendi yang amat sangat.

    Menurut Carolina Vazquez Hernandez, konselor isu-isu perempuan, tekanan sosial sangat besar di sini, bahkan lebih daripada di negara lain.

    "Kami perempuan Venezuela tidak memiliki identitas yang jelas dari akar kita. Karena kurangnya identitas, harga diri kita sangat lemah," kata dia.

    "Kita bisa tunduk terhadap apa saja asal akan meningkatkan harga diri kita," kata Vazquez Hernandez.

     

    URL SUMBER
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2019 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.