• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Minggu, 31 Mei 2020

     

     
    Home   »  Pemilu
     
    Pleno Rekapitulasi Hari Kedua Sempat Ricuh
    ELSA | Selasa, 22 April 2014 | 20:13 WIB            #PEMILU

    Pleno
    Polisi Harus Turun Tangan Mengatasi Kericuhan Saat Pleno Penghitungan Suara oleh KPU Ende

     
    Ende, Flobamora.net - Memasuki hari kedua Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Hasil penghitungan dan penetapan yang digelar KPU Ende, Selasa (22/4) ditandai hujan interupsi dari saksi partai politik.

    Interupsi yang dilakukan menimbulkan kericuhan karena terdapat data yang tidak valid  antara PPK kecamatan Ende Tengah dengan para saksi dari partai politik.

    Pleno yang dibuka pukul 09.00 hingga pukul 15.00 Wita belum bisa dilakukan. Interupsi bermula dari saksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Farid Numba yang mempertanyakan KPU Ende yang tidak mengumumkan hasil sementara perolehan suara ke Publik.

    Hal ini menurutnya  sudah bertentangan dengan Peraturan KPU yang mengharuskan masyarakat  mengetahui perolehan sementara.“Jika tidak lakukan pengumuman sementara ada apa ini. Jangan sampai penyelenggara melakukan deal dengan caleg tertentu,” tuturnya.

    Sementara persoalan ini belum selesai muncul persoalan baru dimana ketika hendak melakukan rekapitulasi untuk Dapil I khususnya Kecamatan Ende Tengah terjadi penggelembungan suara sah dari PPK.

    Ketua PPK Ende Tengah, Siprianus Sila mengawali pleno mengakui adanya permasalahan yakni adanya selisih suara yang terjadi.Karena itu diawal pleno dirinya berharap bisa mengecek data yang dimiliki PPK dengan data para saksi.

    Untuk diketahui ketika dibacakan perolehan suara sah oleh Ketua PPK jumlah suara sah 13.317, sementara data yang dipegang saksi 13.449.Untuk mengetahui pasti jumlah  yang benar maka ketika dibacakan perolehan suara untuk DPR ternyata angkanya juga berbeda menjadi 13.350.

    Guna menjawabi permasalahan, Ketua KPU Ende Florentinus H Wadhi dengan mendapat persetujuan Ketua Panwaslu, Esterlina Saga Joka memerintahkan untuk membuka dan membaca formulir DA1. Namun ternyata ketika dibuka dan dihitung kemudian datanya berbeda menjadi 13.474.

    Melihat kenyataan ini, para saksi bereaksi karena telah terjadi penggelembungan suara. Karena itu mereka berharap dibuka kembali formulir C1 Pleno PPS. Saling debat antara saksi dan komisioner serta Panwas membuat rapat pleno memanas.

    Berbagai permintaan untuk membuka kotak suara pun terus dilakukan guna memastikan apakah benar terjadi penggelembungan suara.

    Terlihat, saksi PDI Perjuangan Donatus Rangga,terus mendesak untuk melihat mengapa terjadi penggelembungan. Terindikasi ada permainan dengan oknum caleg .Pleno penghitungan suara berlangsung hingga pukul 16.00 wita.

    Menjawab hal ini, KPU terus membuka dan membacakan formulir DA1 untuk mengetahui dimana letak penggelembungan untuk mencocokannya dengan data dari saksi maupun dari Panwaslu.

    Meski demikian,  saksi PDIP terus menginginkam untuk membuka kotak suara guna menghitung kembali, karena dari C1 bisa dipastikan penggelembungan terjadi, di mana dan ke mana penggelembungan itu diarahkan.Namun demikian KPU sesuai dengan mekanisme, terus melakukan penghitungan terhadap  DA1 dan disetujui Panwaslu.***





     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.