• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 16 September 2019

     

     
    Home   »  Ekonomi & Investasi
     
    Distanbun NTT Sosialisasi Kebutuhan Pupuk Berimbang
    ALBERTO | Rabu, 23 April 2014 | 14:20 WIB            #EKONOMI & INVESTASI

    Distanbun
    Kadis Pertanian dan Perkebunan NTT, Yohanis Tay Ruba

     
    Kupang, Flobamora.net - Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) NTT sedang melakukan sosialisasi kebutuhan pupuk berimbang sesuai kebutuhan tanaman. Karena selama ini petani hanya mengandalkan pupuk urea yang kadang tidak sesuai dengan kebutuhan tanaman.

    Kepala Distanbun Provinsi NTT, Yohanis Tay Ruba kepada wartawan di Kupang, Rabu (23/4), mengatakan, selama ini para petani lebih mengandalkan pupuk Urea dengan jumlah yang dipakai sebanyak 300 kilogram (Kg) tiap hektare.

    Menurutnya, unsur protein dan kalzium tak ada dalam Urea, sementara kedua unsur tersebut sangat diperlukan tanaman untuk memperkuat jaringan dan buah. Pupuk Urea hanya mendorong pertumbuhan vegetatif yaki daun hijauh, dan batang segar tapi tak kuat.
     
    Menjawab pernyaaan alasan para petani lebih mengandalkan pupuk Urea, dia menjelaskan, mungkin petani lebih menginginkan tanamn hijauh dan kebiru- biruan.Padahal yang sangat dibutuhkan dari hasil akhir adalah produksi atau buah.

    “Kita terus dorong agar petani menggunakan pupuk NPK, karena didalamnya ada unsur pembentukan protein bagi tanaman. Diharapkan, dengan perubahan sistim pemberian pupuk bagi tanaman secara berimbang, hasil yang didapat jauh lebih baik,” ujarnya.
     
    Dia mengatakan, sosialisasi yang dilakukan saat ini terkait penggunaan pupuk berimbang sesuai kebutuhan sebagai berikut pupuk organik 50 kg tiap hektar. Pupuk NPK 300 kg tiap hektar dan Urea 200 kg tiap hektar atau berkurang 100 kg dari kebiasaan para petani selama ini sebanyak 300 kg tiap hektar.

    Menurut Tay Ruba, dengan penggunaan pupuk secara berimbang dimaksud, para petani diharapkan tidak lagi membeli pupuk dalam bentuk eceran. Selain itu diharapkan agar para petani dapat membeli dalam bentuk kelompok dan jumlah besar sesuai kemasan. Para petani pun diminta untuk membeli pupuk sesuai harga yang telah ditetapkan pemerintah.
     
    Terkait kebutuhan petani akan pupuk, sambungnya, pihaknya sudah melakukan konfirmasi kepada dua distributor yakni Pupuk Sriwijaya dan Gresik untuk selalu siapkan pupuk di gudang- gudanng dalam jumlah yang cukup.

    "Memang sejak awal Pemerintah Provinsi NTT terus meminta Kementerian Pertanian dan BUMN melalui distributor untuk menyiapkan pupuk pupuk tepat waktu. Bahkan satu atau dua bulan sebelum musim tanam, pupuk sudah tersedia dalam jumlah cukup di gudang- gudang," paparnya.

    Misalkan, tambahnya, untuk musim tanam pada bulan Januari, pupuk sudah harus tersedia pada bulan November atau Desember tahun sebelumnya.***

     
    BERITA TERKAIT
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2019 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.