• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Kamis, 04 Juni 2020

     

     
    Home   »  Nasional
     
    Jasmev: Ribuan Relawan Jokowi di Medsos Tak Dibayar
    ANA DEA | Rabu, 23 April 2014 | 14:32 WIB            #NASIONAL

    Jasmev:
    Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo saat meninjau proyek pembangunan jalan inspeksi Kali Sentiong, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (21/4/2014). KOMPAS.COM/FABIAN JANUARIUS KUWADO

     

    JAKARTA - Koordinator Jokowi Advanced Social Media Volunteers (Jasmev) Kartika Djoemadi mengatakan, Joko Widodo (Jokowi) memiliki ribuan relawan untuk mendukung sebagai calon presiden mendatang. Menurutnya, relawan ini tidak dibayar untuk mendukung Jokowi di media sosial.

     

    "Relawan Jokowi di media sosial itu banyak sekali, ribuan jumlahnya dan tersebar di semua kanal media sosial. Para relawan itu tidak ada yang dibayar," kata Kartika di Jakarta, (23/4/2014).

     

    Hal itu dikatakan Kartika menanggapi puisi Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon yang menyebut banyak orang bayaran yang membuat akun palsu untuk membuat komentar di melalui media sosial. Meski tak menyebut pihak mana yang membayar, publik menilai puisi berjudul "Pasukan Nasi Bungkus" itu mengarah ke pihak Jokowi.

     

    Kartika menambahkan, Jasmev merupakan wadah relawan Jokowi yang bersifat longgar dan terbuka. Menurutnya, setiap anggota mempunyai jaringan relawannya masing-masing dan dipersilahkan mengibarkan bendera komunitasnya.

     

    "Kami bersinergi dengan banyak komunitas relawan Jokowi yang lain, di media sosial. Keunikan Jasmev adalah seluruh anggotanya adalah nyata dan bukan BOT (mesin)," ucapnya.

     

    Ia menambahkan, kredibilitas relawan Jokowi mempunyai nilai yang jauh lebih tinggi dibanding buzzer yang dibayar khusus untuk kampanye. Fenomena istilah Panasbung atau Pasukan Nasi Bungkus, kata dia, sudah ada sejak perang dukungan di media sosial saat Pemilihan Gubernur DKI Jakarta tahun 2012.

     

    Saat itu, menurutnya, kubu Fauzi Bowo menyewa banyak buzzer untuk berkampanye secara khusus melawan relawan Jokowi yang berjumlah ribuan.


     


    Sumber: Kompas.com
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.