• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Jumat, 30 Oktober 2020

     
    Home   »  Ekonomi & Investasi
     
    NTT Masih Kekurangan Satu Juta Rumah
    ALBERTO/ RISKY R | Jumat, 25 April 2014 | 11:15 WIB            #EKONOMI & INVESTASI

    NTT
    Ketua DPD REI NTT, Boby Liyanto

     

     
    Kupang, Flobamora.net  - DPD Real Estat Indonesia (REI) Nusa Tengara Timur, memprediksikan hingga tahun 2014 ini, daerah tersebut masih kekurangan sekitar satu juta unit rumah dengan segementasi adalah kelas menengah ke bawah.

    Ketua DPD REI Nusa Tenggara Timur, Boby Liyanto kepada wartawan di Kupang, Jumat (25/4) mengatakan, kondisi tersebut dikait dengan daya beli masyarakat yang lebih memilih rumah murah.Sedangkan untuk untuk kelas menengah ke atas masih sangat terbatas.

    "Kenyataan tersebut bukan saja terjadi di Kota Kupang tetapi menyebar di semua kabupaten di NTT yang masih membutuhkan fasilitas perumahan murah dengan jumlah cukup banyak," katanya.

    Dia menjelaskan dalam 10 tahun terakhir di NTT telah hadir sekitar sembilan daerah otonom baru yang tentunya ikut mendorong pertumbuhan kebutuhan rumah di daerah baru tersebut.

    Menurut dia, 26 pengembang di NTT tentunya belum bisa mengcover semua kebutuhan rumah di daerah ini karena dikaitkan dengan kemampuan daya beli masyarakat.Sementara pengembang baru mampu membangun dua ribu rumah setiap tahun.

    "Dengan kemampuan membangun seperti itu, butuh waktu berapa lama atau berapa  puluh tahun untuk bisa memenuhi kebutuhan rumah di NTT," ujarnya.

    Dia mengakui, kredit properti di NTT 80 persen ditangani oleh Bank BTN. sisanya 20 persen ditangani oleh Bank NTT dan bank pemerintah lain seperti Bank Mandiri, BRI dan BNI 46.

    Dia berharap, pemerintah bisa membantu Bank BTN dengan suntikan dana agar kapasitas bank itu menjadi besar sama seperti bank lain bukan memberikan peluang bank tersebut diakuisisi bank lain, karena Indonesia masih membutuhkan bank yang konsern dengan bidang properti.***

     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.