• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Selasa, 24 November 2020

     
    Home   »  Gaya Hidup
     
    Ilmuwan Penemu HIV Katakan Tak Mungkin Ada Obat AIDS
    ANA DEA | Jumat, 25 April 2014 | 11:58 WIB            #GAYA HIDUP

    Ilmuwan
    Ilustrasi

     

     
    Flobamora.net - Salah satu ilmuwan yang menemukan virus penyebab AIDS dan tes darah untuk deteksi HIV, Dr.Robert Gallo, mengatakan tidak yakin akan ditemukan obat untuk menyembuhkan AIDS.

    HIV adalah virus yang menyerang sel darah putih (limfosit) yang mengakibatkan turunnya kekebalan tubuh. Akibatnya, muncul sekumpulan gejala penyakit yang disebut dengan AIDS.

    Setelah epidemi HIV/AIDS berlangsung lebih dari 30 tahun, para ahli kesehatan kini lebih sering membicarakan HIV ketimbang AIDS. Ini karena kombinasi obat anti-HIV yang disebut antiretroviral (ARV) yang juga ikut diteliti oleh Gallo, membuat angka kesakitan dan kematian akibat virus ini menurun drastis.

    Mereka yang terinfeksi membaik kualitas hidupnya karena tetap sehat dan yang lebih penting lagi ARV secara signifikan menurunkan penularan.

    Perkembangan positif pada pengobatan HIV ini membuat para ahli kesehatan optimis infeksi HIV bisa dihilangkan dan kematian akibat penyakit ini bisa ditekan.

    Dalam sebuah wawancara dengan majalah TIME baru-baru ini, Gallo mengatakan hal tersebut tidak mungkin. "Sampai kita bisa menemukan vaksin yang secara utuh bisa melindungi seseorang terinfeksi HIV, yang kita dapatkan hanyalah kesembuhan fungsional," katanya.

    Kesembuhan fungsional berarti seseorang yang tertular HIV diberi pengobatan sampai virusnya tidak terdeteksi dan tidak mungkin aktif lagi. Meski begitu virusnya sebenarnya tetap tidur dalam tubuh orang tersebut.

    Kesembuhan fungsional sudah didapatkan dua bayi yang lahir dari ibu yang positif HIV. Kedua bayi ini adalah yang pertama yang sembuh secara fungsional setelah diberikan ARV dalam dosis orang dewasa sesaat setelah dilahirkan.

    "Kita tak akan bisa menggantikan imunisasi aktif. Tetapi memakai obat ARV untuk mencegah infeksi bisa menjadi langkah penting untuk mengendalikan epidemi ini," ujarnya.

    Mungkin ada yang akan menganggap langkah tersebut kecil, setelah 30 tahun penelitian mengenai penyakit HIV/AIDS. Tapi bagi mereka yang hidup dengan HIV saat ini, langkah itu adalah sebuah pencapaian besar untuk membuat mereka tetap hidup aktif dan produktif.

     


    Sumber: www.healthland.time.com
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.