• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 25 Oktober 2021

     
    Home   »  Pemilu
     
    KPU Lakukan Pelanggaran Administrasi
    ALBERTO | Sabtu, 26 April 2014 | 10:04 WIB            #PEMILU

    KPU
    Ketua Bawaslu NTT, Nelce P.Ringu

     

     

    Kupang, Flobamora.net -  Komisi Pemilihan Umum (KPU) dinilai melakukan pelanggaran administrasi karena melakukan pleno rekapitulasi perhitungan suara melampaui batas waktu yang telah dijadwalkan.

     

    Hal tersebut disampaikan Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) NTT, Nelce P. Ringu kepada wartawan di Kupang, Sabtu (26/4).

     

    Nelce mengatakan, sesuai jadwal, pleno rekapitulasi perhitungan suara tingkat provinsi sudah harus selesai pada Kamis, 24 April 2014. Namun hingga jadwal akhir dimaksud, masih banyak KPU kabupaten dan kota yang belum melakukan pleno di KPU NTT.

     

    “KPU telah melakukan pelanggaran administrasi karena tidak bisa melakukan pleno sesuai jadwal yang ditetapkan,” katanya.

     

    Dia menyatakan, KPU hanya dikenakan pelanggaran administrasi, tanpa ada sanksi lain yang diberikan. Pleno yang dilakukan melampaui jadwal yang ditetapkan dapat dipahami karena kondisi geografis yang sulit diakses secara cepat. Karena pleno tingkat provinsi sanngat bergantung pada kesiapan KPU kabupaten dan kota. Jika KPU di tingkat bawah molor maka tentunya berdampak pada pelaksanaan pleno rekapitulasi perhitungan suara di tingkat provinsi.

     

    Sementara itu. Ketua KPU NTT, Johanes Depa menyampaikan, sesuai jadwal kegiatan pleno rekapitulasi perhitungan suara sudah berakhir Kamis, 24 April 2014. Sementara di satu sisi, baru 14 dari 21 KPU kabupaten dan kota yang melakukan pleno di tingkat provinsi. Setelah dilakukan konsultasi dengan KPU Pusat, pleno tetap dilanjutkan hingga selesai. Ini dimaksudkan agar jadwal pleno tingkat pusat yang dijadwalkan pada 1- 2 Mei mendatang, tidak bertabrakan.

     

    “Kita tidak bisa mengabaikan hak konstitusional peserta pemilu dengan hanya berpatokan pada jadwal yang telah ditetapkan,” paparnya.

     

    Dia mengakui, molornya pelaksanaan pleno di tingkat provinsi dari jadwal yang ditetapkan karena pada saat yang sama, KPU kabupaten dan kota juga menggelar pleno tingkat kabupaten/kota. Sehingga kegiatan pleno tingkat provinsi berjalan lambat sambil menunggu KPU kabupaten dan kota mana yang sudah selesai melakukan pleno.

     

    “Kita lakukan pleno tingkat provinsi sesuai jadwal yang ditetapkan sambil menunggu KPU kabupaten dan kota mana yang sudah selesai melakukan plenonya. Jika sudah selesai, langsung didorong untuk melakukan pleno di tingkat provinsi. Hingga saat ini, sudah 14 KPU kabupaten yang menggelar pleno di tingkat provinsi,” tambahnya.

     

    Tentang sampai kapan pleno tingkat provinsi ini selesai, Jhon sampaikan, ditargetkan pada Sabtu, 26 April. Jika pada Jumat, 25 April tiga KPU masing- masing Mangarai Barat, Sumba Timur, dan Kota Kupang bisa melakukan pleno di tingkat provinsi, maka tinggal menyisahkan empat KPU pada hari terakhir. Empat KPU dimaksud yakni Sikka, Alor, Lembata, dan Timor Tengah Selatan.***


     




    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2021 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.