• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Jumat, 18 Juni 2021

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Pengolahan Air Laut di Pulau Ende Gunakan Teknologi Tekanan Balik
    ELSA | Senin, 28 April 2014 | 16:11 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Pengolahan
    Kabupaten Ende

     

     
    Ende, Flobamora.net - Sistem pengolahan air laut menjadi air tawar di Pulau Ende menggunakan sistem tekanan balik atau RO. Pengolahan ini untuk mengatasi kesulitan air minum bersih bagi masyarakat setempat.

    Direktur utama PDAM Ende, Darsono memaparkan hal ini dihadapan masyarakat pulau Ende, saat acara peletakan batu pertama pembangunan gedung pengolahan air laut menjadi air tawar di Desa Rendoraterua,Kamis pekan lalu.

    "Tahun 2014 ini, pemerintah pusat melalui Kementrian PU telah menetapkan proyek pengolahan air asin menjadi air tawar di Pulau Ende," katanya.

    Dia menambahkan, teknologi tekanan balik atau RO bukan hal yang baru di Indonesia dan tidak perlu ditakuti. Sebab, kata Darsono, teknologi ini sudah dikembangkan oleh berbagai kementrian terutama BPPT. Dari waktu ke waktu terus disempurnakan terutama dari aspek efisiensi operasionalisasinya.

    “ BPPT dibawah Menristek juga sudah mengembangkan teknologi ini. Dari waktu ke waktu terus disempurnakan terutama dari sisi efisiensi operasionalnya,” tuturnya.
     
    Dengan teknologi RO, kata dia, mampu memproduksi hasil pengolahan air laut menjadi air tawar dari 10 liter air laut menjadi 7,5 liter air tawar siap minum.

    “ Jika dahulu untuk mendapatkan 5 liter air tawar harus membutuhkan 15 liter air laut. Itupun belum siap minum karena masih harus melewati proses sterilisasi microrganisme,” Ujarnya.

    Dia menyebutkan, RO harus beroperasi secara kontinyu karena dengan demikian akan bertahan lama. Pengolahan dan pemanfaatannya sudah familiar dengan masyarakat Indonesia.

    Air hasil pengolahan dengan teknologi RO ini, sudah siap untuk diminum langsung. Sebab, dalam system filterisasinya membunuh microorganisme.Masyarakat tidak perlu kuatir dengan kualitas airnya. Semua dijamin aman untuk kesehatan dan MCK.

    "Air hasil destilasi itu, beda dengan air yang diolah memakai teknologi RO.Karena dalam system destilasi, air dipanaskan dan uap air yang ditangkap. Namun, bila diminum, terasa payau," paparnya.

    Sementara itu Bupati Ende Marselinus Y.W.Petu, ditempat yang sama meminta kepada pihak PDAM agar secara prinsip menunjukan kinerja dan hasil nyata bagi masyarakat. Itu yang masyarakat butuhkan.

    Bupati Marsel juga menyatakan terima kasih kepada pemerintah terdahulu yang sudah merintis proyek pengolahan air laut menjadi air tawar di pulau Ende. Sedangkan kepada masyarakat,

    Dia meminta agar asset yang sudah diberikan kepada pemerintah hendaknya tidak lagi ditarik kembali.

    Jao ono rina, pati temu si zai, ti’i temu si wiki” Ujar Bupati Marsel dalam bahasa daerah Ende, artinya sesuatu yang telah diberikan dengan tulus hati, janganlah diambil kembali.***

     




    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2021 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.