• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Minggu, 22 September 2019

     

     
    Home   »  Nasional
     
    Mami, Bagaimana Bisa Tangkap Penjahat?
    ANA DEA | Selasa, 29 April 2014 | 09:06 WIB            #NASIONAL

    Mami,
    Ilustrasi

     
    Jakarta - AK (6), korban pelecehan seksual di Taman Kanak-kanak Jakarta International School (JIS) terus bertutur bahwa pelaku kekerasan kepadanya di sekolah sangat banyak. Hal itu kerap ia ceritakan kepada ibunya, TH.

    Menurut TH, AK selalu bertanya bagaimana caranya para pelaku tersebut bisa ditangkap. "Dia selalu bilang 'Mami bagaimana bisa tangkap orang banyak? Penjahat.' Lalu saya jawab, ya Mami sama polisi, kemudian dia bilang (ada) terlalu banyak (penjahat). 'Too many, Mami, too many, how?'," cerita TH menirukan ucapan AK, Senin (28/4/2014).

    TH mengaku baru bisa mulai lega ketika mendengar kabar dari kepolisian bahwa satu persatu pelaku kekerasan seksual terhadap anaknya bisa dibekuk. Dia mengaku sudah memperkirakan ada enam pelaku bahkan lebih. "Memang 6 orang, ini anak saya sudah bilang. Tapi saya enggak blow up ke media karena takut memperlambat proses penyidikan," ujarnya.

    Menurut TH, kepolisian tetapi mencari kemungkinan ada pelaku lain yang terlibat dalam perakra ini. Berdasarkan pengakuan AK, kekerasan terhadap dirinya terjadi berkali-kali. Namun, sampai sekarang belum dapat dipastikan apakah semua pelaku adalah para petugas kebersihan di sekolah itu atau ada kemungkinan pula dari petugas lain atau para pengajar.

    "Dia tidak tahu apa bedanya cleaning service, tukang kebun, atau security. Dia tahunya blue, (pelaku menggunakan) baju biru, gitu saja," kata TH. AK mendapati kekerasan seksual di toliet sekolahnya, JIS.

    Hingga saat ini, penyidik Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya telah mengumumkan lima tersangka. Kelima antara lain Agun Iskandar alias AG (25), Virgiawan alias Awan, Syahrial alias SY (20), Zaenal alias ZA (25), dan Afrischa Setyani alias AF (24). Satu tersangka lain, Azwar alias AZ (28), meninggal saat menjalani pemeriksaan di kepolisian, Sabtu (26/4/2014).

     

    URL SUMBER
    BERITA TERKAIT
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2019 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.