• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 30 November 2020

     
    Home   »  Internasional
     
    Cintai Gadis Beda Kasta, Remaja India Tewas Digantung
    ANA DEA | Kamis, 01 Mei 2014 | 10:04 WIB            #INTERNASIONAL

    Cintai
    Ilustrasi (Shutterstock)

     

     
    Mumbai - Sekelompok orang mencekik dan menggantung seorang remaja India setelah ketahuan menjalin hubungan asmara dengan seorang gadis yang berasal dari kasta yang lebih tinggi. Demikian penjelasan polisi, Rabu (30/4/2014).

    Polisi sejauh ini sudah menahan dua orang, termasuk kakak laki-laki si gadis, serta seorang remaja yang diduga terlibat dalam pembunuhan remaja berusia 17 tahun itu di desa Kharda, negara bagian Maharashtra, pada Senin (27/4/2014).

    Polisi kini tengah mengejar tujuh pria lainnya yang terkait dalam kasus pembunuhan brutal tersebut.

    "Kakak gadis itu bersama beberapa kawannya memergoki korban dan gadis itu tengah duduk berdua di sebuah lapangan. Kemarahan mereka memuncak," kata Dheeraj Patil, seorang penyidik senior kepolisian.

    "Mereka lalu memukuli dan menjerat leher bocah itu dengan tali. Kemudian mereka menggantung bocah itu di pohon hingga tewas," tambah Dheeraj.

    Sistem pembagian kelas warga berdasarkan kasta masih berlaku di banyak wilayah India dan acap kali mempengaruhi banyak aspek kehidupan sehari-hari. Penggunaan kasta yang masih sangat kental banyak ditemui di kawasan pedesaat terpencil India.

    Perbedaan kasta dapat mempengaruhi pernikahan, pendidikan, pekerjaan dan kepemilikan tanah meski pada kenyataannya kini diskriminasi berlandaskan fakta dianggap melanggar hukum.
     
    Selama berabad-abad, telah terjadi banyak pembunuhan pasangan muda yang tidak disetujui keluarga, klan atau komunitas karena perbedaan kasta.

    Pembunuhan berdasarkan perbedaan kasta ini dianggap sebagai sebuah "pembunuhan demi kehormatan", dilakukan untuk melindungi harga diri keluarga.

    "Namun pemerintah melihat kasus ini bukan 'pembunuhan kehormatan' karena disebabkan provokasi mendadak bukan pembunuhan yang direncanakan," ujar Dheeraj.

     


    Sumber: AFP
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.