• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 25 Oktober 2021

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    SD Naileo Butuh Perhatian Pemerintah
    EPO | Sabtu, 03 Mei 2014 | 11:38 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    SD
    Kabupaten Kupang

     

     
    Oelamasi, Flobamora.net – Masyarakat Desa O’haem 1, Kecamatan Amfoang Selatan, Kabupaten Kupang, April 2013 lalu berhasil membangun sebuah gedung sekokah dasar (SD) secara swadaya.

    Walaupun masih bersifat darurat karena atapnya masih terbuat dari alang-alang namun sekolah  yang diberi nama SD Filial Naileo tersebut kini telah memiliki 30 siswa yang duduk di Kelas 1.

    Kepala SD Filial Naileo, Elifas Tamoes kepada wartawan Kamis (1/5) lalu menjelaskan, SD yang dipimpinnya merupakan pecahan dari SD Negeri 1 O’haem. Karena SD Negeri 1 O’haem jaraknya jauh dari pemukiman warga yakni kurang lebih 4 Km maka masyarakat setempat tahun 2011 lalu berembuk untuk membangun sebuah sekolah dasar secara swadaya.

    Hasil rembukan para tokoh masyarakat setempat, kata Tamoes, diwujudnyatakan di bulan Oktober 2012 lalu dengan membangun 2 ruang kelas ditambah 1 ruang pertemuan dan 1 ruang guru. Kemudian mulai tahun ajaran baru 2013/2014, SD tersebut mulai berani menerima siswa baru.

    Menurutnya, sebanyak 30 siswa yang belajar di sekolah yang dipimpinnya tersebut berasal dari dusun 4. Mereka terpaksa mengikuti kegiatan belajar mengajar di SD tersebut karena jarak yang jauh dari sekolah induk tidak tepat bagi anak seusia mereka.

    Tentang tenaga guru, Tamoes menjelaskan, saat ini dirinya dibantu oleh 3 relawan tamatan SMA yang berasal dari desa setempat. Setiap bulan ketiga relawan ini mendapatkan uang transport sebesar Rp 100 ribu. Uang tersebut jug merupakan hasil swadaya dari 160 kepala keluarga yang menyekolahkan anak mereka di sekolah tersebut.

    Dia mengatakan, sebagai pimpinan di SD tersebut dirinya berharap Pemerintah Kabupaten Kupang melalui Dinas PPO dapat memberikan perhatian dengan segera memproses status dari sekolah itu. Sebab jika sekolah tersebut statusnya telah jelas maka dengan sendirinya ada perhatian dari negara guna memajukan sekolah itu termasuk kebutuhan tenaga pengajar.

    Dia menambahkan, sejak Oktober 2013 lalu pihaknya telah memasukkan permohonan untuk status sekolah itu namun hingga kini belum ada jawabannya. Akibatnya, dari gedung sekolah sampai meja dan kursi serta pembayaran tenaga pengajar juga harus dilakukan secara swadaya oleh 160 kepala keluarga di Desa setempat.

    Tamoes berharap, kondisi ini tidak boleh berlangsung terlalu lama sehingga peserta didik yang mengenyam pendidikan di SD Fillial Naileo bisa memperoleh fasilitas yang memadai seperti pelajar di sekolah lainnya.

    "Jika semua sarana dan prasarana di sekolah tersebut telah memadai, saya yakin pelajar di SD tersebut tidak kalah bersaing dengan pelajar dari sekolah lainnya," katanya.***

     

     




    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2021 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.