• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 20 September 2021

     
    Home   »  Ekonomi & Investasi
     
    Kembangkan Ternak, Pemkab Kupang Siapkan Mini Ranch
    EPO | Rabu, 07 Mei 2014 | 13:00 WIB            #EKONOMI & INVESTASI

    Kembangkan
    Sapi Timor

     

     

    Oelamasi, Flobamora.net - Pemerintah Kabupaten Kupang sedang menyiapkan mini ranch seluas 1.000 hektar dari target 4.000 hektar untuk jangka lima tahun ke depan. Mini ranch ini untuk pengembangan sapi kopel (bibit), penggemukan (paron) dan untuk penyelamatan sapi betina produktif.

    "Beberapa program ini diluncurkan untuk menyambut rencana kerjasama dengan Pemprov DKI Jakarta, bagi penyediaan kebutuhan daging penduduk Jakarta," kata Kadis Peternakan Kabupaten Kupang, Yacoba R. Ludjuwara, Rabu (7/5).

    Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Kupang sedang menyiapkan mini ranch. Untuk tahap pertama 1.000 hektar dari target 4.000 hektare.
     
    Di areal mini ranch milik pemerintah ini, pihaknya akan mengembangkan sapi kopel (bibit) atau breeding, penggemukan sapi (paronisasi) serta upaya penyelamatan sapi betina produktif.

    Untuk pengembangan sapi kopel dan paronisasi saja, tahun ini pihaknya mendapat kucuran dana dari APBD Kabupaten Kupang sebesar Rp 1,5 Miliar.

    Dia mengaku jumlah dana ini tidak mencukupi karena ketersediaan anggaran sangat terbatas. Namun pihaknya terbantu oleh intervensi dana dari Pemprov NTT maupun pemerintah pusat dalam jumlah yang cukup signifikan.

    Selain itu, pihaknya kini sedang ancang-ancang membangun pabrik pembekuan daging sapi yang terbesar di Indonesia Timur, bekerjasama dengan investor dari Australia. Jadi semua sapi potong di daratan Timor bahkan NTT, diolah dagingnya di pabrik ini lalu dikirim ke Jakarta, Surabaya, Medan, Makassar dan kota-kota
    lainnya.

    "Pemkab Kupang merasa lebih untung bila mengirim daging sapi beku ke Jakarta dari pada mengirim sapi bakalan dan sapi potong," kata Yacoba.

    Alasannya, jika mengirim daging sapi beku dipastikan akan menggerakkan dan menghidupkan sektor informal seperti penyerapan tenaga kerja, menghidupkan industri hilir seperti pengrajin kulit sapi, industri pupuk cair organik dari limbah sapi, dan sebagainya.

    "Selain itu, kalau mengirim sapi potong dan sapi bakalan, dikuatirkan terjadi penyusutan berat badan bahkan kematian mengancam akibat cuaca buruk dan keterbatasan fasilitas kapal pengangkut ternak sapi potong," jelasnya

    Dia memaparkan Kabupaten Kupang mempunyai 146.000 ekor sapi dan jumlah ini selalu bertambah rata-rata 15 persen sampai 30 persen per tahun. Populasi sebesar ini didukung padang penggembalaan seluas 15.000 hektar.

    Dari jumlah populasi sapi ini belum terhitung jumlah sapi yang dikembangkan kelompok peternak sapi timor yang kini bermunculan dan belum sempat didata petugas.

    Sampai bulan April 2014, pihaknya sudah mengantarpulaukan 3.000 ekor sapi potong ke Jakarta, Surabaya dan Makassar.

    Sebelumnya diberitakan, Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, dalam kesempatan kunjungan kerja ke Kabupaten Kupang, Selasa (29/4/2014) mengatakan tertarik untuk menjalin kerjasama saling menguntungkan dengan Pemprov NTT dalam rangka pemenuhan kebutuhan daging sapi penduduk Jakarta.

    Joko Widodo mengaku sangat tertarik upaya pengembangan ternak sapi Timor di Kabupaten Kupang. Ia juga optimis, kerjasama itu akan digulirkan dalam waktu dekat.***


     




    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2021 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.