• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 29 November 2021

     
    Home   »  Ekonomi & Investasi
     
    Pemerintah akan Bangun Klaster Pengolahan Rumput Laut
    LEX | Rabu, 07 Mei 2014 | 14:54 WIB            #EKONOMI & INVESTASI

    Pemerintah
    Petani Rumput L:aut di Kupang

     

     
    Ende, Flobamora.net - Untuk meningkatkan pendapatan masyarakat  pembudidaya rumput laut , Pemerintah Provinsi NTT akan membuka kawasan atau klaster pengolahan rumput laut di daerah itu.

    "Klaster tersebut hanya difokuskan pada lima titik dari 21 kabupaten /kota potensial, " kata Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi NTT  Abraham Maulaka, Selasa (6/5).

    Dia mengatakan, sudah saatnya rumput laut tidak hanya diproduksi, namun diolah dengan baik.

    Menurutnya, tidak semua kabupaten /kota dijadikan klaster pengolahan rumput laut, namun hanya  lima titik saja. Nantinya, di lima klaster itu pemerintah akan pabrik pengolahan Rumput Laut.

    Dia menyebutkan, kelima klaster tersebut adalah, pertama, klaster Kabupaten Kupang. Klaster ini bagi kabupaten yang ada di Pulau Timor dan Rote. Kedua yakni Sabu Raijua. Ketiga  di Lembata untuk kabupaten Alor, Flores Timur dan Lembata sendiri.

    Sementara Klaster keempat adalah di Sumba Timur untuk kabupaten yang ada di Pulau Sumba. Dan klaster kelima di Ende atau Sikka untuk kabupaten Manggarai Barat, Manggarai,Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende dan Sikka.

    "Yang dimaksudkan dengan klaster pengolahan adalah pabrik pengolahan rumput laut. Sehingga ketika dipanen rumput laut tidak lagi dibawa keluar daerah secara gelondongan , tetapi diolah terlebih dahulu di klaster pengolahan tersebut menjadi bahan setengah jadi,"jelasnya.

    Menurut dia, rencana ini sudah tertera dalam Rod Map pengembangan perikanan dan kelautan di NTT.

    Dia menyebutkan, hingga sekarang pemanfaatan lahan rumput laut belum secara signifikant. Dari sekian lahan potensial di NTT sebanyak 42 .053 hektare yang  baru dimanfaatakan adalah 976 haketare.

    “ Dengan adanya klaster pengolahan, tentunya akan mendorong pengembangan budidaya rumput laut di NTT, karena produksinya langsung ditangani sebelum dikirim ke luar daerah," katanya.***

     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2021 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.