Warning: ob_start(): output handler 'ob_gzhandler' conflicts with 'zlib output compression' in /home/flobamor/public_html/media.php on line 2
Tambang Pasir Besi Ende Bisa Ditinjau Kembali


  • LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Jumat, 24 Mei 2019

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Tambang Pasir Besi Ende Bisa Ditinjau Kembali
    ALBERTO/ RISKY R | Jumat, 09 Mei 2014 | 15:02 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Tambang
    Kadis Pertambangan dan Energi NTT, Dany Suhadi

     
    Kupang, Flobamora.net - Izin usaha tambang pasir besi di Nangaba, Kabupaten Ende bisa ditinjau kembali bila pihak perusahaan tidak memenuhi kewajiban sesuai kaidah perundang- undangan yang berlaku.

    Pernyataan ini disampaikan Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi NTT, Danny Suhadi kepada wartawan di Kupang, Jumat (9/5).

    Danny mengatakan, jika ada komplain dari masyarakat tentang keberadaan tambang pasir besi dimaksud, maka pihak pengawas harus melakukan kajian, apakah kaidah- kaidah pertambangan yang dilakukan memenuhi syarat atau tidak penuhi syarat.

    Menurutnya, jika usaha pertambangan yang ada tidak lagi memenuhi kaihda pertambangan, maka perusahaan harus membuat pernyataan untuk tetap menaati kaidah- kaidah yang berlaku. Jika dalam perjalanan, perusahaan tidak mengindahkan lagi kaidah- kaidah yang ada, maka pengawas bisa meninjau kembali izin usaha pertambangan yang telah dikeluarkan.
     
    “Jadi izin usaha pertambangan yang telah dikeluarkan bisa ditinjau kembali, bila perusahaan tidak memenuhi kewajiban sebagaimana diatur dalam peraturan perundang- undangan yang berlaku,” kata Danny.

    Tentang pihak mana yang melakukan pengawasan, Danny sampaikan, internal dinas di kabupaten bersangkutan. Selain itu, sesuai kewenangan yang ada, provinsi juga bisa melakukan pengawasan karena secara teknis pengawasan itu ada di provinsi.

    Namun secara operasional, pengawasan itu ada di kabupaten, karena bupati yang mengeluarkan izin usaha pertambangan dimaksud. Pasalnya, seluruh usaha pertambangan itu berada di ruang administrasi kabupaten.

    Mantan Kepala Biro Administrasi Pembangunan Setda NTT ini menyatakan, jumlah izin usaha pertambangan yang dikeluarkan tidak menjadi persoalan sepanjang proses dan prosedur yang dijalankan sesuai kaidah perundang- undangan yang berlaku. Dengan demikian, bisa saja bupati mengeluarkan izin usaha pertambangan dalam jumlah yang banyak.
     
    “Untuk proses penetapan wilayah pertambangan, pemerintah juga harus menyiapkan lahan cadangan pertambangan dari yang sudah ditetapkan itu,” ujar Danny.

    Seperti diketahui, Manager Program Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) NTT, Melky Nahar beberapa waktu lalu menyampaikan, Pemkab Ende dengan dalil meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) turut melegitimasi hadirnya puluhan korporasi global dan lokal guna membongkar perut bumi Ende.

    Padahal Ende memiliki potensi Sumber Daya Alam (SDA) di bidang pertanian, kelautan, perikanan dan pariwisata yang menjadi penyanggah utama kehidupan masyarakat Kabupaten Ende selama bertahun- tahun.

    Dia menjelaskan, sebanyak  21,88 persen  (44. 785,39 ha) dari total luas wilayah Kabupaten Ende 2. 046, 60 km2 atau 204. 660 ha sudah dikapling perusahaan tambang.  Berbagai potensi SDA yang dimiliki ternyata tak mampu menggugah nurani Pemkab setempat untuk menolak industri pertambangan (ekstraktif).

    “Hasil investigasi Walhi NTT mengungkapkan, ada 20 perusahaan tambang (global dan lokal) yang sudah mengkapling wilayah Ende untuk investasi pertambangan. Dari 20 perusahaan itu, 13 perusahaan sudah pada tahapan operasi produksi, sisanya pada tahapan eksplorasi,” ujar Melky.***

     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2019 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.