• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Kamis, 15 November 2018

     

     
    Home   »  Pemilu
     
    Tidak Ada Kerugian Negara dalam Pengadaan Logistik Pileg
    ALBERTO | Sabtu, 10 Mei 2014 | 11:43 WIB            #PEMILU

    Tidak
    Sekretaris KPU NTT, Ubaldus Gogi

     

    Kupang, Flobamora.net - Sekretaris KPU NTT, Ubaldus Gogi menegaskan, dirinya menjamin tidak ada kerugian negara dalam pengadaan logistik pemilu legislatif (Pileg) 9 April lalu, khususnya pengadaan formulir C dan D untuk DPRD Provinsi dan kabupaten/kota se- NTT dengan nilai pagu paket Rp2, 588 miliar lebih.

     

    Penegasan Gogi ini disampaikan kepada Wartawan di Kupang, Jumat (9/5) menyikapi pendalaman yang dilakukan Polda NTT terkait pengadaan jenis logistik dimaksud.

     

    Gogi menjelaskan, pengadaan jenis logistik yang sedang didalami penyidik Polda NTT berpedoman pada Peraturan Presiden (Perpres) 70/2013 tentang pengadaan barang dan jasa. Dimana proses tender dilakukan melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE). Rekanan yang dinyatakan menang adalah CV. Eka Perdana dengan nilai penawaran Rp1, 597 miliar lebih yang bersumber dari APBN.

     

    Selain itu, lanjut Gogi, panitia juga melakukan lelang jasa pengadaan perlengkapan peserta gerak jalan sehat menuju pemilu jujur dan adil pada Pemilu 2014 Provinsi NTT berupa kaos, topi dan tanda peserta. Rekanan yang dinyatakan menang adalah CV. Motekar dengan nilai proyek sebesar Rp275 juta dengan harga penawaran sebesar Rp249, 150 juta.

     

    “Harga Perkiraan Sendiri (HPS) untuk formulir C dan D sebesar Rp150 per lembar, sementara kostum yakni baju dan topi ditambah kartu pengenal sebesar Rp55. 000. Untuk harga penawaran, NTT paling rendah dari semua daerah di Indonesia,” katanya.

     

    Menurut dia, yang mejadi persoalan adalah pengadaan barang dan jasa untuk formulir C dan D sesuai Daftar Pemilih Tetap (DPT), namun tiba- tiba ada perintah dari pusat untuk melakukan penyesuain karena ada Daftar Pemilih Tetap tambahan (DPTB) dan Daftar Pemilih Khusus (DPK) serta DPK tambahan.

     

    Walau ada perintah dimaksud, paparnya, namun tidak ada perubahan anggaran. Anggaran proyek  tetap sesuai dengan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA). Bahkan karena adanya perintah tersebut, terjadi kekurangan formulir C dan D yang pada akhirnya dipenuhi dengan cara di-foto coppy.

     

    “Saya jamin, bahwa tidak ada kerugian negara dalam pengadaan logistik jenis formulir C dan D serta pengadaan kostum untuk jalan sehat,” tandasnya.

     

    Dia menyampaikan, karena disoroti  dan merasa terganggu dengan adanya penyidikan yang dilakukan Polda NTT, panitia pengadaan barang dan jasa di KPU NTT sudah mengundurkan diri.

     

    Sampai dengan saat ini sebanyak tiga orang panitia pengadaan barang dan jasa serta tiga orang panitia penerimaan hasil kerja sudah diperiksa oleh Polda NTT. Namun, belum ada tersangka karena baru diperiksa untuk pengumpulan bahan dan keterangan (Pulbaket).***

     

     


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.