• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Sabtu, 21 September 2019

     

     
    Home   »  Nasional
     
    Muhaimin: Nahdliyin-Marhaen Siap Menangkan Jokowi
    ANA DEA | Minggu, 11 Mei 2014 | 14:35 WIB            #NASIONAL

    Muhaimin:
    Ketua Umum DPP PKB, Muhaimin Iskandar melakukan jumpa pers di Kantor DPP PKB, Jakarta Pusat, Kamis (10/4/2014). Jumpa pers ini terkait prestasi PKB yang menempati lima besar dalam penghitungan cepat pemilu legislatif dan rencana koalisi dengan partai lain pada pemilu presiden mendatang. TRIBUNNEWS/HERUDIN

     
    SURABAYA -- Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar yakin, koalisi partainya dengan PDI-P bakal efektif untuk memenangi pilpres karena dua partai tersebut sama-sama memiliki basis massa riil, yakni Nahdliyin dan Marhaen.

    Kedua basis massa tersebut secara struktur sosial mendominasi kalangan masyarakat, khususnya di Pulau Jawa. "Meski mendominasi secara kuantitas, namun keduanya sama-sama termarjinal dalam struktur perekonomian," katanya di Ruang VIP Bandara Internasional Juanda, Surabaya, Sabtu (10/5/2014) malam.

    Dua kekuatan massa inilah, kata politisi yang akrab dipanggil Cak Imin itu, yang akan diefektifkan untuk memenangkan pencapresan Joko Widodo (Jokowi). "Prinsipnya atas sesama keinginan membangun bangsa dan negara," tambah Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi ini.

    Karena itu, koalisi kedua parpol tersebut mengincar kemenangan besar di kantong massa Marhaen dan Nahdliyin di empat provinsi di Pulau Jawa, yakni Jatim, Jabar, Jateng, dan DI Yogyakarta.

    PKB secara pasti sudah menentukan arah koalisi dalam pilpres, setelah menggelar rapat pleno dengan Dewan Syuro PKB di kediaman Ketua Dewan Syuro PKB, KH Abdul Aziz Manshur, di Pondok Pesantren Tarbiyatunnasyi'in Pacul Gowang, Jombang, Sabtu (10/5/2014) siang.

    Dengan bergabungnya PKB, maka koalisi partai pendukung Jokowi bertambah kuat. Sebelumnya, Partai Nasdem telah menyatakan dukungannya terhadap pencalonan Jokowi sebagai capres.

    Perolehan suara ketiga partai telah melebihi ambang batas pengajuan capres/cawapres yang ditetapkan Undang-undang Nomor 42/2008 tentang Pemilu Presiden dan Wakil Presiden, yakni sebesar 25 persen suara sah atau 20 persen jumlah kursi di DPR.

     

    URL SUMBER
    BERITA TERKAIT
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2019 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.