• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Sabtu, 21 September 2019

     

     
    Home   »  Pemilu
     
    KPU Tetapkan 65 Anggota DPRD NTT
    ALBERTO/ RISKY R | Selasa, 13 Mei 2014 | 21:00 WIB            #PEMILU

    KPU
    Ketua KPU NTT, Johanes Depa

     
    Kupang, Flobamora.net - Komisi Pemilihan Umum (KPU) NTT, Selasa (13/5) menetapkan 65 orang calon anggota DPRD NTT terpilih hasil pemilu legislatif, 9 April 2014 lalu.

    Penetapan 65 caleg DPRD NTT terpilih ini berlangsung dalam rapat pleno penetapan perolehan kursi dan calon terpilih di Sekretariat KPU NTT, Selasa (13/5). Rapat pleno ini dipimpin Ketua KPU NTT, Jhon Depa didampingi tiga komisioner lainnya, Yosafat Koli, Gazim M. Nur, dan Lay Djarandjoera.

    Ketua KPU NTT, Johanes Depa pada kesempatan itu mengatakan, untuk tingkat DPRD kabupaten dan kota, pleno penetapan sudah dimulai sehari sebelumnya dan berakhir pada Selasa (13/5). Sedangkan untuk DPRD NTT, ada 65 kursi yang terisi atau lebih banyak dari Pemilu 2009, yakni hanya 55 kursi. Pada pemilu kali ini, jumlah daerah pemilihan (Dapil) juga bertambah, dari tujuh dapil menjadi delapan dapil.

    Dia menjelaskan, dari jatah 65 kursi itu, jumlah kursi terbanyak adalah Dapil NTT lima yang meliputi Kabupaten Sikka, Nagekeo, Ende, dan Ngada dengan 11 kursi. Dapil NTT tiga dan NTT empat masing-masing memiliki 10 kursi. Dapil NTT tiga, meliputi Kabupaten Sumba Timur, Sumba Barat, Sumba Tengah, dan Sumba Barat Daya, sedangkan Dapil NTT empat, meliputi Kabupaten Manggarai, Manggarai Barat, dan Manggarai Timur. Kursi paling sedikit adalah Dapil NTT satu dan Dapil NTT delapan, masing-masing memperebutkan enam kursi.

    “Dua dapil ini masing- masing hanya terdiri dari satu kabupaten dan kota. Dapil NTT satu, meliputi wilayah Kota Kupang dan Dapil NTT delapan meliputi Kabupaten TTS,” katanya.
     
    Dia menyatakan, dengan pleno penetapan ini maka KPU telah menyelesaikan 11 dari 12 tahapan pemilu. Tahap terakhir adalah pengambilan dan pengangkatan sumpah caleg terpilih yang menjadi domain dari DPRD NTT. Kalaupun ada gugatan hukum yang diajukan partai politik peserta pemilu ke Mahkamah Konstitusi (MK), tapi tidak mempengaruhi pleno yang sudah ada.

    “Kalau putusan majelis hakim MK tidak sesuai dengan pleno yang sudah ada, maka semua pihak harus menaati putusan MK dimaksud,” ujarnya.

    Saksi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Vincen Mone mengatakan, partainya melalui DPP telah mengajukan gugatan ke MK terkait penetapan caleg terpilih di dapil NTT tujuh yang meliputi Kabupaten Belu dan TTU.

    Berdasarkan pleno KPU, PKB selisih empat suara dengan PDI Perjuangan, sehingga PKB tidak bisa meraih satu kursi pun di dapil tersebut. Padahal berdasarkan formulit C- 1 yang dikumpulkan, PKB kehilangan sekitar 34 suara. Jika tidak ada kehilangan tersebut, maka PKB bisa menempatkan satu kadernya di DPRD NTT dari dapil delapan. "Tadi malam (Senin,12/5), DPP PKB sudah daftarkan gugatan ke MK dan sudah diregistrasi. Tinggal saja menunggu jadwal sidang,” ujar Vincen.***

     
    BERITA TERKAIT
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2019 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.