• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Kamis, 03 Desember 2020

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Gubernur Berharap Bupati Ngada Melunak
    ALBERT R. | Minggu, 22 Desember 2013 | 11:24 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Gubernur
    Pesawat Merpati MA-60

     

     
    Atambua, Flobamora.net -- Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Frans Lebu Raya, meminta manajemen Merpati dengan Bupati Ngada, Marianus Sae, untuk segera menyelesaikan persoalan sedang membelit perusahaan tersebut, menyusul larangan mendarat pesawat Merpati di Bandara Turelelo, Soa.

    "Saya sudah bicara dengan Pak Bupati Ngada setelah mendapat informasi masyarakat. Saya harap kedua  belah pihak bisa duduk bersama untuk menyelesaikan persoalan itu, sehingga tidak membawa preseden buruk," kata Lebu Raya kepada wartawan di Atambua, Minggu (22/12).

    Lebu Raya dimintai komentarnya sehubungan dengan tindakan Bupati Ngada, Marianus Sae yang melarang pesawat Merpati mendarat di bandara Turolelo, So'a, Sabtu, 21 Desember 2013, karena dirinya tidak  mendapat tiket pesawat Merpati dari Kupang ke daerah itu.

    Menurutnya, tidak ada persoalan yang tidak bisa diselesaikan jika kita bisa berkomunikasi dengan
    baik.Untuk itu, manajemen Merpati diminta untuk berkomunikasi dengan Bupati Ngada guna menyelesaikan persoalan tersebut secepatnya.

    "Kita berharap, Bupati Ngada bisa melunak. Nanti saya akan bicarakan lebih intens dengan Bupati Ngada, sehingga persoalan tersebut tidak merugikan masyarakat yang selama ini memanfaatkan jasa penerbangan merpati," paparnya.

    Sebagaimana diberitakan, Bupati Ngada, Marianus Sae, melarang pesawat Merpati mendarat di bandara  Turolelo, So'a, Sabtu, 21 Desember 2013, karena dirinya tidak mendapat tiket pesawat Merpati dari  Kupang ke daerah itu.

    "Ada pergerakan di Bandara Turolelo, sehingga kami tidak bisa mendarat dan kembali ke El Tari," kata
    Kepala Merpati Kupang Djibrael de Hock.  
     
    Dia mengakui, pesawat rute Kupang- Turolelo, Ngada untuk Sabtu kemarin full, namun pihaknya telah
    mengkonfirmasi keberangkatan Bupati, tapi hingga waktu pemberangkatan Bupati tidak datang, sehingga pesawat tetap diberangkatkan. "Kami tunggu Bupati, tapi dia tidak datang. Jadi pesawat berangkat," katanya.

    Saat hendak mendarat di Turolelo, katanya, ada pergerakan orang dibawah, dan pilot diminta untuk
    kembali, karena Bandara ditutup.

    Kata dia, pihaknya sedang melakukan koordinasi dengan Bupati Ngada terkait masalah ini. "Kami akan  bicarakan masalah ini dengan Bupati Ngada," tambahnya.***

     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.