• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Minggu, 20 Oktober 2019

     

     
    Home   »  Gaya Hidup
     
    Olahraga yang Tepat Bagi Diabetesi
    ANA DEA | Kamis, 15 Mei 2014 | 11:25 WIB            #GAYA HIDUP

    Olahraga
    Jaga kelenturan tubuh dengan rutin melakukan stretching. (Shutterstock)

     

    FLOBAMORA.NET - Olahraga adalah hal yang wajib dilakukan penderita diabetes melitus. Olahraga yang dilakukan dengan terukur dan benar bahkan bisa menstabilkan kadar gula darah, bahkan peran olahraga mampu menggantikan obat.



    "Olahraga yang banyak membentuk otot akan mencegah dan mengatasi diabetes tipe dua," ujar dokter spesialis olahraga Grace Tumbelaka di acara konferensi pers Exercise is Medicine pada Jumat (25/4/2014) di Jakarta.

     

    Grace menjelaskan, diabetes tipe 2 terjadi karena ketidakmampuan gula dari makanan atau glukosa masuk ke dalam sel. Padahal glukosa merupakan sumber energi utama bagi otot dan jaringan.

     

    Peran olahraga bagi diabetesi terutama adalah menstabilkan gula darah. Olahraga juga dapat memperbaiki resistensi insulin yang merupakan penyebab diabetes tipe 2 sehingga kemampuan gula untuk memasuki sel tubuh membaik.

     

    Olahraga yang paling tepat dilakukan oleh diabetesi adalah latihan beban. Pasalnya latihan ini dapat meningkatkan massa otot tubuh. Namun latihan beban bukan hanya diartikan angkat beban saja, melainkan juga latihan yang menggunakan beban tubuh sendiri, seperti push up atau sit up.

     

    "Latihan beban baiknya dilakukan setelah 30 menit melakukan latihan aerobik. Latihan beban perlu dilakukan untuk seluruh otot tubuh, waktunya menyesuaikan pada otot yang akan dilatih," papar dokter yang berpraktik di RS Jakarta ini.

     

    Kendati demikian, penyakit diabetes tipe 2 juga memiliki kontraindikasi terhadap olahraga. Grece menjelaskan, jika kadar gula darah sedang sangat tinggi yaitu di atas 250 mg/dL, sebaiknya diturunkan dulu hingga di bawah 200 mg/dL. Bila tidak, risiko pasien mengalami kolaps cukup tinggi.



    Olahraga juga seharusnya menjadi gaya hidup, bukan dilakukan sementara. Penelitian menunjukkan, diabetesi yang rutin berolahraga akan terhindar dari komplikasi dari penyakit diabetes.


     
    BERITA TERKAIT
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2019 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.