• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 24 Februari 2020

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Rote Ndao Bertekad Pertahankan Surplus Beras
    ALBERTO | Kamis, 15 Mei 2014 | 12:10 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Rote
    Bupati Rote Nado, Leonard Haning

     

    Kupang, Flobamora.net - Pemerintah Kabupaten Rote Ndao,Nusa Tenggara Timur (NTT) bertekad untuk tetap mempertahankan surplus produksi beras di wilayah itu, demi menjamin ketersediaan pangan bagi masyarakat setempat.

     

    Leonard Haning mengatakan  sudah tiga tahun produksi  di wilayah terselatan NKRI itu surplus antara 50  – 70 ribu ton.  “Ini adalah hasil kerja keras petani Rote Ndao, yang memanfaatkan potensi lahan yang ada  meski sekitar 75 persen sawah di di daerah tersebut adalah sawah tadah hujan,” katanya di Kupang, Rabu (14/5).

     

    Bupati Haning meminta kepada para petani agar menggunakan hasil panen tersebut secara terencana, baik untuk memenuhi kebutuhan hidup dan terutama menyisakan untuk membeli pupuk, dan jangan semata-mata digunakan untuk berpesta pora karena tidak akan membawa keuntungan.

     

    Menurutnya, pemerintah setiap musim panen memberikan apresiasi bagi kelompok tani yang berprestasi. Misalnya petani di areal persawahan Keba,  Desa Bola Tena, Kecamatan Landu Leko, karena hasil dari 100 hektare lahan sawah yang dipanen itu rata-rata mencapai 5 ton/hektare  Hal ini membuktikan, petani saat ini sudah mulai serius dalam mengolah lahan persawahan sebagai salah satu sumber penghasilan.

     

    Dengan keseriusan petani , kata Haning, pemerintah daerah melalui dinas terkait tinggal  memfasilitasi para petani sehingga pada tahun mendatang luasan arel persawahan di daerah tersebut terus bertamabah dan produksi semakin meningkat.

     

    “Untuk membantu petani, pemerintah tetap berupaya memenuhi kebutuhan pupuk tepat waktu, serta  mengadaan alat dan mesin pertanian (alsintan) sebagai pendukung pengolahan lahan seperti traktor dan pompa air, untuk memfasilitasi para petani guna mencapai enam tepat yakni, tepat olah, tepat tanam, tepat bibit, tepat air, tepat siram dan tepat panen,” paparnya.

     

    Salah seorang anggota kelompok tani di Rote , Jemi Ndaomanu mengatakan, pemerintah daerah sangat serius membantu petani dalam meingkatkan produksi padi.Selain menempatkan penyuluh pertanian dan memberikan bantuan bibit unggul, juga menyediakan pupuk  dengan harga terjangkau.

     

    Namun demikian, menurutnya, petani di Rote Ndao sering kecewa atas keterlambatan pengadaan pupuk oleh distributor PD Ita Esa, ditambah dengan pembagiannya tidak merata sehingga para petani harus membeli pupuk dengan harga yang lebih mahal dari tangan spekulan.

     

    “Kami heran harga pupuk yang ada, sering dijual di atas harga eceran tertinggi (HET) padahal  pupuk tersebut merupakan pupuk bersubsidi. Selain itu sangat sulit mendapatkannya karena langka,” katanya.

     

    Untuk itu dia mengharapkan, ke depan pemerintah lebih serius dalam menangani masalah  ketersediaan pupuk sehingga para petani jangan kebingungan mencari pupuk,dan harus membeli dari tangan spekulan.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.