• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Selasa, 02 Juni 2020

     

     
    Home   »  Ekonomi & Investasi
     
    PLTM Ndungga di Ende Hemat Rp 100 Juta Per Hari
    ALBERTO | Senin, 19 Mei 2014 | 10:55 WIB            #EKONOMI & INVESTASI

    PLTM
    Serah Terima Pengoperasian PLTM Ndungga

     

    KUPANG, FLOBAMORA.NET - Setelah sukses mengoperasikan PLTU Bolok di Kabupaten Kupang secara penuh April lalu, PLN Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali mencatat sebuah sejarah.

     

    Selasa, 13 Mei 2014 lalu, PLN Wilayah NTT secara resmi mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTM) Ndungga kapasitas 2x1000 kW (kilowatt), di Kabupaten Ende.

     

    “Beroperasinya PTLTM Ndungga, menyumbang penghematan sebesar Rp 100 juta  per hari. Untuk itu PLN, Pemda dan masyarakat di Kabupaten Ende, wajib menjaga kelestarian hutan di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) Ndungga agar debit airnya stabil,” kata General Manager PLN Wilayah NTT, Richard Safkaur, kepada wartawan di Kupang, Senin (19/5).

     

    Menurutnya, PTLM Ndungga secara resmi mulai beroperasi penuh Selasa (13/5) lalu , ditandai dengan serah terima operasi PLTM Ndungga dari Albert Siregar, selaku Manajer UIP XI UPK 2 (Unit Induk Pembangunan XI - Unit Pelaksana Konstruksi 2) kepada PLN Wilayah NTT.

     

    Safkaur mengatakan trend pembangunan pembangkit listrik oleh PLN adalah melakukan penggantian secara berharap pembangkit listrik yang menggunakan bahan bakar minyak (BBM) diimpor dari Arab dan kawasan Timur Tengah.

     

    “PLN saat ini mengutamakan membangun pembangkit listrik dari energi baru terbarukan (EBT), seperti energi air, matahari, panas bumi atau geothermal, dan biomassa,” katanya.

     

    Dengan penyerahan pengoperasian PLTM Ndungga, lanjut Safkaur, bisa menyumbang penghematan sebesar 100 juta rupiah per hari dari penghematan BBM Solar yang dibeli PLN dengan harga industri  sebesar Rp 10.000/liter.

     

    Penghematan dari pengurangan pemakaian BBM, paparnya, terlebih dahulu sudah disumbangkan dari PLTP Ulumbu di Manggarai, PLTM Lokomboro di Sumba Barat Daya. Sedangkan PLTM di Manggarai dan Ngada, yang sudah selesai dipelihara akan segera dioperasikan kembali.

     

    Dia menambahkan, kelanjutan operasi PLTM Ndungga sangat bergantung pada kesadaran masyarakat Ende, dalam memelihara kelestarian hutan disekitar DAS Ndungga. Jika hutan terjaga, debit air akan stabil bahkan meningkat, sehingga listrik yg dihasilkan tetap stabil.

     

    Dia menjelaskan , pembangunan PLTM Ndungga dimulai sejak tahun 1999 oleh konsorsium PT Brantas Abipraya-PT Indra Karya dan PT Zhejiang China. Pembangunan memakan waktu lama, meliputi membendung sungai Ndungga, saluran air dengan membor di bawah jalan trans flores, dan penstock menuju power house di lembah sungai Ndungga.

     

    "Pekerjaan Mekanikal, sistem elektrikal, mulai dikebut sejak Maret 2012 dan Maret 2013. Setelah selesai instalasi pada Desember 2013, serangkaian test dilakukan hingga lengkap pada Maret 2014," tuturnya.

     

    “Tambahan kapasitas 2x1000 kW, akan makin meningkatkan keandalan sistem kelistrikan kota Ende dan sekitarnya. Sedangkan beban puncak sistem Ende terus naik, saat ini beban malam mencapai 6 MW dan siang hari 4 MW. Ini pertanda pembangunan di Ende makin berkembang," tambahnya. ***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.